Manado
Festival Qasidah Malendeng Manado Bawa Semangat Toleransi, Jurinya Pakar Musik Non Muslim
Festival Qasidah berlangsung di Malendeng, Kecamatan Paal Dua, Kamis hingga Minggu, 19-22 September 2024.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Alpen Martinus
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID– Lantunan merdu qasidah kembali menggema di Kota Manado.
Kali ini alunan musik dan suara ibadah itu datang dari Kelurahan Malendeng, Kecamatan Tikala Kota Manado.
Festival Qasidah berlangsung di Malendeng, Kecamatan Paal Dua, Kamis hingga Minggu, 19-22 September 2024.
Baca juga: Tiba di Jalan Roda Manado, Siti Atikoh Disambut Qasidah Pemudi Bamusi Simponi
Puluhan peserta dari berbagai penjuru Sulawesi Utara unjuk kebolehan dalam melantunkan syair-syair indah. Antusiasme peserta begitu terasa.
Sebanyak 32 majelis taklim mengirimkan wakil terbaiknya untuk berkompetisi.
Mereka tidak hanya berasal dari Kota Manado tetapi juga dari kabupaten-kabupaten lainnya di Sulawesi Utara.
Hadiah total sebesar 15 juta rupiah yang disediakan panitia menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para peserta.
Salah satu hal yang menarik dari festival ini adalah komposisi dewan juri. Dari tiga orang juri, dua di antaranya merupakan non-Muslim yang memiliki kompetensi di bidang musik.
Kehadiran juri non-Muslim ini menunjukkan semangat toleransi yang tinggi di tengah masyarakat Sulawesi Utara.
"Kami ingin menunjukkan bahwa seni tidak mengenal batas agama. Semua orang bisa menikmati keindahan musik, termasuk qasidah," ujar H. Machmud Turuis, Pembina Mushola Alfaiz Malendeng
Peserta menampilkan berbagai tema dan gaya dalam membawakan qasidah.
Ada yang membawakan qasidah klasik dengan iringan rebana, ada pula yang menggabungkan qasidah dengan musik modern.
Semua penampilan dinilai berdasarkan beberapa aspek, seperti suara, intonasi, teknik vokal, dan kekompakan tim.
Festival Qasidah ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan dan semakin meriah di masa mendatang.
Selain melestarikan seni qasidah, acara ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar umat beragama.
Turuis bilang, pihaknya berharap festival ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai seni dan budaya Islam.
"Selain itu, kami juga ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil 'alamin," ujar Turuis yang notabene Direktur Kepatuhah Bank Sulut Gorontalo (BSG).(ndo)
Intip Ritual Masak Minyak Obat di Klenteng Kwan Kong Manado, Ada Turis Cina dan Amerika Serikat |
![]() |
---|
Fakta-Fakta Peristiwa Korsleting Listrik di Rumah Dinas Dandim 1309/Manado |
![]() |
---|
Manado Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia Tahun 2025, Sitou Timou Tumou Tou |
![]() |
---|
Richard Sualang Pimpin Ibadah Hari Raya Pentakosta di Gereja GMIM El Manibang Malalayang Manado |
![]() |
---|
Penyebab Pengunjung Megamall Manado Berkurang Jelang Idul Fitri 2025: Bencana dan Ekonomi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.