Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pimpinan ISIS Tewas

Empat Orang Pimpinan ISIS Tewas Akibat Serangan di Irak Barat

Empat Orang Pimpinan ISIS Tewas Akibat Serangan di Irak Barat. Ahmad Hamid Husayn Abd-al-Jalil al-Ithawi, Abu Hammam, Abu-'Ali al-Tunisi.

Editor: Frandi Piring
(AFP/HUSSEIN FALEH via DW INDONESIA)
Empat Orang Pimpinan ISIS Tewas Akibat Serangan di Irak Barat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dilaporkan empat orang pimpinan ISIS tewas dalam serangan yang terjadi di wilayah Irak Barat.

Hal itu dikonfirmasi Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Jumat (13/9/2024), bahwa pasukannya dan Irak melakukan serangan di Irak Barat akhir bulan lalu, 

CENTCOM mengidentifikasi keempat pemimpin ISIS tersebut sebagai:

Ahmad Hamid Husayn Abd-al-Jalil al-Ithawi, yang bertanggung jawab atas semua operasi ISIS di Irak.

Abu Hammam, yang mengawasi semua operasi di bagian barat Irak.

Abu-'Ali al-Tunisi, yang mengawasi pengembangan teknis.

Shakir Abud Ahmad al-Issawi, yang bertanggung jawab atas operasi militer di Irak barat.

Baca juga: Tiga Anggota Polri Ditangkap Densus 88, Terindikasi Teroris Pendukung ISIS

Komandan CENTCOM Jenderal Michael Erik Kurilla mengaku akan terus berkomitmen untuk mengalahkan ISIS yang menjadi ancaman bagi AS, sekutu, dan stabilitas regional.

"AS, bekerja sama dengan Pasukan Keamanan Irak, melakukan serangan di Irak bagian barat pada tanggal 29 Agustus,"

Operasi tersebut menewaskan lebih dari selusin anggota ISIS.

"(Mereka) bersenjatakan berbagai senjata, granat, dan sabuk peledak 'bunuh diri'," kata CENTCOM sebelumnya dalam rilis berita yang dibagikan.

Ada sedikitnya tujuh tentara AS juga terluka selama penyerbuan tersebut.

CENTCOM mengatakan saat itu tidak ada indikasi adanya korban sipil.

Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Irak telah menunda pengumuman tanggal berakhirnya kehadiran koalisi militer pimpinan AS di negara itu, CNN sebelumnya melaporkan .

AS saat ini memiliki sekitar 2.500 tentara di Irak yang telah beroperasi di sana dalam kapasitas “memberikan nasihat dan bantuan” sejak Desember 2021, ketika militer AS mengumumkan berakhirnya peran tempurnya di negara tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved