Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Drone Hizbullah - Lebanon Hantam Apartemen Israel

Pesawat tak berawak (drone) yang diluncurkan oleh Hizbullah dari Lebanon menghantam sebuah bangunan perumahan di kota pesisir utara Nahariya, Israel.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Drone menghantam gedung aparlemen di Nahariya, Israel. Pesawat tak berawak (drone) yang diluncurkan oleh Hizbullah dari Lebanon menghantam sebuah bangunan perumahan di kota pesisir utara Nahariya, Israel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Tidak ada laporan korban luka setelah pesawat tak berawak (drone) yang diluncurkan oleh Hizbullah dari Lebanon menghantam sebuah bangunan perumahan di kota pesisir utara Nahariya, Israel.

Layanan ambulans Magen David Adom, polisi, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengatakan mereka terus mencari di gedung tersebut untuk mengesampingkan kemungkinan adanya korban.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat tak berawak Hizbullah berada di atas Nahariya beberapa saat sebelum terjadi tabrakan.

Emanuel Fabian dari TOI melaporkan, IDF mengatakan dua pesawat tak berawak diluncurkan dari Lebanon ke Nahariya beberapa waktu lalu, salah satunya menghantam bangunan perumahan di kota pesisir utara.

Tidak ada korban luka dalam serangan itu.

Rekaman kamera pengintai baru menunjukkan momen terjadinya benturan.

Warga menceritakan saat-saat ketika sebuah pesawat nirawak yang ditembakkan dari Lebanon menghantam gedung tinggi mereka, merusak dua apartemen. Tidak ada korban luka.

“Itu sangat menakutkan,” kata Aviel Avshalom, 9 tahun, yang berada di sekolah ketika pesawat tak berawak itu menghantam.

Meskipun walikota mengumumkan kepada orang tua untuk tidak menjemput anak-anak mereka, ibunya, Alina Avshalom, yang tinggal di lingkungan tersebut, mengatakan dia bergegas menjemput Aviel dan putrinya, Miel, dari sekolah.

“Saya tidak punya mobil dan saya harus berpikir dua kali tetapi saya tidak ingin meninggalkan anak-anak di sana,” katanya.

Di samping jalan masuk gedung yang rusak berdiri Dr. Maron Haj, seorang ahli bedah toraks di Galilee Medical Center, yang mengatakan bahwa dia sedang bekerja di rumah sakit ketika dia mendengar gedung itu dihantam.

"Semua yang ada di apartemen kami hancur," katanya. "Kami tidak bisa tinggal di sana. Kami harus mencari tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya." (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved