Breaking News
Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demonstran Israel-Hamas: Palang Merah Menolak Membantu Sandera

Ratusan orang unjuk rasa di Central Park, New York, Amerika Serikat untuk mengenang enam sandera Israel dan Amerika yang dieksekusi oleh Hamas.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Aktivis pro-Israel memegang spanduk dengan foto enam sandera yang dieksekusi oleh Hamas di Gaza di Central Park, New York, Amerika Serikat pada di Central Park, New York City, pada Senin 9 September 2024. Mereka mengenang enam sandera Israel dan Amerika yang dieksekusi oleh Hamas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Ratusan orang menggelar unjuk rasa peringatan di Central Park, New York, Amerika Serikat untuk mengenang enam sandera Israel dan Amerika yang dieksekusi oleh Hamas di Gaza akhir bulan lalu, kata Hostages Family Forum dalam sebuah pernyataan.

Gilad dan Nitza Korngold, yang putranya Tal Shoham diculik dari Kibbutz Be'eri pada tanggal 7 Oktober, mengatakan pada aksi itu bahwa mereka tahu putra mereka masih hidup.

“Palang Merah menolak membantu orang-orang yang kami cintai sementara tanpa malu-malu meminta kondisi yang lebih baik bagi para teroris yang dipenjara di Israel. Kami meminta semua orang di sini untuk menghubungi perwakilan Anda dan menuntut pembebasan orang-orang yang kami cintai dari tahanan,” katanya dikutip timesofisrael, Senin 9 September 2024.

Moran Stela Yanai, yang diculik dari pesta Supernova dekat Kibbutz Re'im pada 7 Oktober dan dibebaskan setelah 54 hari ditawan, menyerukan pembebasan 97 sandera lainnya yang ditahan oleh Hamas.

“Sudah 285 hari sejak saya dibebaskan berdasarkan perjanjian pembebasan sandera. Orang tua Tal Shoham sudah seperti orang tua saya sendiri. Saudara-saudari saya yang ditawan kelaparan, kesakitan, dan terus-menerus dalam bahaya,” katanya.

“Minggu lalu merupakan minggu terburuk sejak 7 Oktober, tetapi setelah mendengar keluarga para sandera yang terbunuh berbicara di pemakaman mereka, kita harus menemukan kekuatan untuk terus berjuang bagi mereka dan membawa mereka pulang!”

IDF mengumumkan akhir pekan lalu bahwa mereka telah menemukan jasad enam sandera yang diculik hidup-hidup oleh Hamas pada 7 Oktober dari sebuah terowongan di Rafah, Gaza selatan, tak lama setelah mereka dibunuh oleh teroris.

Para sandera adalah Hersh Goldberg-Polin, 23, Eden Yerushalmi, 24, Ori Danino, 25, Alex Lobanov, 32, Carmel Gat, 40, dan Almog Sarusi, 27.

Para peserta acara tersebut memegang spanduk besar bergambar wajah keenam sandera yang dibunuh, dengan kalimat "Semoga kenangan mereka menjadi sebuah revolusi," yang aslinya diadaptasi dari kalimat berkabung tradisional Yahudi untuk menghormati mendiang Hakim Agung AS Ruth Bader Ginsburg dan dikenang oleh ayah Goldberg-Polin pada pemakamannya minggu lalu. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved