Pilkada DKI Jakarta
Pantas Ahok tak Diusung PDIP di Pilkada DKI Jakarta, Ternyata Bukan Elektabilitas Alasannya
Seperti diketahui, kini PDIP memilih mengusung pasangan Pramono Anung-Rano Karno di Pilgub Jakarta.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pupus sudah harapan Ahok untuk kembali memimpin DKI Jakarta.
Pasalnya, Partai yang menaunginya tak mengusungnya menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.
PDIP memilih Pramono Anung-Rano Karno di Pilgub Jakarta.
Baca juga: Megawati Beri Syarat Anies Jika Mau Diusung PDIP, Pengamat Politik Berharap Ahok
Ada sejumlah alasan sehingga ia tak lagi diusung PDIP.
Padahal elektabilitasnya termasuk tinggi.
Tak kalah saing dengan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.
Inilah video elektabilitas bersaing dengan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, terjawab penyebab Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak dipilih Megawati Soekarnoputri di Pilkada Jakarta 2024 .
Meski elektabilitasnya bisa bersaing dengan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil (RK), namun dua alasan ini dinilai jadi penyebab PDIP tak usung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada Jakarta 2024.
Seperti diketahui, kini PDIP memilih mengusung pasangan Pramono Anung-Rano Karno di Pilgub Jakarta.
Padahal nama Ahok sebelumnya digadang-gadang bakal diusung PDIP maju di Pilgub Jakarta mengingat elektabilitasnya selalu masuk tiga besar bersama Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.
Terkini, Pengamat politik, Adi Prayitno, menilai ada dua alasan krusial Ahok gagal diusung oleh sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri menjadi cagub.
Menurut Adi, sosok Ahok tak terlepas dari dosa masa lalunya, yang berkaitan dengan sentimen agama pada peristiwa Pilkada Jakarta tahun 2017 lalu.
"Kita tidak bisa menutup mata, seperti Ahok pada kasus dan peristiwa politik 2017 yang lalu soal kekalahan yang cukup tragis, ada sentimen agama dan entitas itu, sepertinya ini saya kira membuat kenapa at the of the day, memutuskan Pramono Anung sebagai salah satu kontestan," ujar Adi seperti dikutip dari The Prime Show di iNews yang tayang pada Rabu (28/8/2024).
Pada tahun 2017 silam, Ahok kala itu dinilai merendahkan surah Al-Ma'idah 51.
Kasus penistaan agama Ahok pada masa lalu justru akan menjadi serangan politik di Pilkada 2024.
'Dosa masa lalu' yang ingin dihindari oleh PDI-P.
"Kasus itu memang sudah selesai, tapi dalam politik jeroan-jeroan masa lalu akan dimunculkan lagi. Contohnya, Pramono Anung ketika maju sebagai (Calon) gubernur jakarta didaftarkan hari ini, tweet-tweet masa lalunya yang seksis kembali dimunculkan, Ridwan Kamil yan dulu kelihatan agresif nyerang jakarta dimunculkan lagi," ujarnya.
Alasan kedua, Adi melihat meski Ahok memiliki elektabilitas yang tinggi, tetapi pemilih Ahok tak bertambah alias mentok.
"Ada kecenderungan Ahok ini mentok tak ada ceruk pemilih-pemilih loyal Ahok. Ya karena memang apapun dalam banyak hal segmentasi pemilih Ahok ini terbatas," katanya.
PDI-P usung Pramono
PDI-P akhirnya mengusung Pramono Anung-Rano Karno sebagai bakal cagub dan calon wakil gubernur (cawagub) pada Pilkada Jakarta 2024.
Pramono Anung dan Rano Karno bahkan sudah mendaftar diri sebagai bakal cagub dan cawagub ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jakarta pada Rabu, 28 Agustus 2024.
Namun, sebelum muncul nama Pramono Anung, sejumlah petinggi PDI-P memberikan isyarat peluang mengusung Anies Baswedan. Salah satunya Ketua DPP PDI-P Said Abdullah.
Dia sempat menjawab "Insya Allah”, saat ditanya soal PDI-P yang rumornya akan meresmikan dukungan untuk Anies Baswedan-Rano Karno pada 26 Agustus 2024.
Bahkan, pada hari yang sama, Anies diketahui berkunjung ke Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Anies bertemu dan berdiskusi dengan Rano Karno.
Keduanya bahkan disebut membicarakan soal Jakarta.
"Masa (mantan) Gubernur Jakarta sama (mantan) Gubernur Banten berdiskusi tidak boleh? Boleh kan. Jadi, dalam rangka untuk silaturahmi, untuk membicarakan sebetulnya Jakarta ke depan itu seperti apa, tukar menukar pengalaman," kata Djarot pada 26 Januari 2024.
Namun, Anies pulang dengan tanpa hampa karena PDI-P belum mengumumkan cagub dan cawagub yang akan diusung pada Pilkada Jakarta di hari itu.
Hingga akhirnya, secara mengejutkan nama Anies yang sebelumnya digadang-gadang bakal diusung PDI-P bersama dengan Rano Karno, digantikan dengan Pramono Anung.
(TribunNewsmaker.com/TribunJakarta.com)
Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com
Pantas Anies Baswedan Tak Jadi Cagub DKI Jakarta Padahal Elektabilitas Tinggi, Ternyata Ini Sebabnya |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Sosok yang Antar Anies Baswedan ke PDIP Jakarta, Penulis Pidato Jokowi |
![]() |
---|
Pantas Ahok Siap Lawan Ulang Anies Baswedan di Pilkada DKI jakarta, Ternyata Ada Tujuan Lain |
![]() |
---|
Hasil Survey Calon Gubernur DKI Jakarta, Mengejutkan Kaesang Pangarep Dapat Rendah |
![]() |
---|
Budisatrio Djiwandono Layak Maju Pilkada DKI Jakarta Bersama Kaesang, Punya Pretasi Mentereng |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.