Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Cek Fakta Klaim Trump soal Pidato Harris di Konvensi Demokrat

Donald Trump menulis di Truth Social pada Jumat 23 Agustus 2024 bahwa ia akan terus memposting pidato Kamala Harris di DNC (Konvensi Demokrat).

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Donald Trump. Mantan Presiden Trump menulis di Truth Social pada Jumat 23 Agustus 2024 bahwa ia akan terus memposting pidato Kamala Harris di DNC (Konvensi Nasional Partai Demokrat). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Mantan Presiden Donald Trump menulis di Truth Social pada Jumat 23 Agustus 2024 bahwa ia akan terus memposting pidato Kamala Harris di DNC (Konvensi Nasional Partai Demokrat), saat Harris secara resmi menerima pencalonan partai untuk presiden.

Berikut beberapa isu yang dikomentari Trump saat Harris berbicara, dengan beberapa pemeriksaan fakta singkat.

Mengenai aborsi. "Semua orang, Demokrat, Republik, Liberal, dan Konservatif, menginginkan Roe v Wade dihentikan dan dibawa kembali ke Amerika Serikat."

Mandler dari NRP Network melaporkan, berdasarkan cek fakta klaim Trump salah. 

Menurut jajak pendapat Gallup pada Juni 2023, satu tahun setelah Roe v Wade dibatalkan, 61 persen responden mengatakan pembatalan Roe adalah hal buruk, sementara 38 persen mengatakan itu adalah hal baik.

Selain itu, jajak pendapat NPR/PBS NewsHour/Marist dari awal tahun ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang Amerika percaya bahwa kriminalisasi aborsi adalah salah.

Mengenai isu imigrasi. "Dia (Harris) baru saja menelepon untuk memberikan semua imigran ilegal kewarganegaraan, ucapkan selamat tingkat pada AS! Dia seorang Marxis radikal!"

Hasil cek fakta salah. Dalam pidato penerimaannya sebagai Capres Demokrat, Harris mengatakan bahwa ia akan mendukung RUU perbatasan bipartisan tentang imigrasi. 

Tidak ada satu pun isi RUU yang akan memberikan kewarganegaraan Amerika secara otomatis kepada semua imigran yang tidak berdokumen.

Harris menyebutkan bahwa jalur menuju kewarganegaraan harus ada, sekali lagi, ini tidak sama dengan kewarganegaraan otomatis bagi mereka yang berada di negara ini secara ilegal.

Kemudian masalah hukum. "Semua penuntutan ini dimulai oleh dia (Harris) dan Biden terhadap lawan politik mereka, saya (Trump)!"

Cek fakta salah. Gedung Putih tidak ada hubungannya dengan kasus-kasus yang diajukan terhadap Mantan Presiden Trump, yang keempat kasus pidananya saat ini diajukan terhadapnya oleh pengadilan negara bagian New York, Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia, pengadilan negara bagian Georgia, dan Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan Florida. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved