Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Kemiri di Kotamobagu

Stok Kemiri di Kotamobagu Sulut Kurang, Harga Mulai Naik, Ini Penyebabnya

Seorang pedagang, Mei, yang berjualan di Pasar 23 Maret Kotamobagu mengatakan bila stok kemiri saat ini mulai terbatas.

tribunmanado.co.id/Diki Gobel
kemiri yang dijual di Pasar 23 Maret Kotamobagu, Sulawesi Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjadi salah satu bumbu masakan, kemiri kini mengalami kelangkaan di Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut).

Seorang pedagang, Mei, yang berjualan di Pasar 23 Maret Kotamobagu mengatakan bila stok kemiri saat ini mulai terbatas.

Bahkan, tidak semua pedagang rempah di pasar itu yang menjual kemiri.

Akibatnya harga jual kemiri kini merangkak naik.

“Tadinya hanya Rp 30 ribuan. Sekarang sudah Rp 55 ribu per kg,” katanya kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (21/8/2024).

Menurut Mei, salah satu faktor penyebab harga kemiri naik yakni kurangnya pasokan dari petani.

Mei beranggapan bila saat ini banyak petani yang mulai beralih ke cengkih.

“Banyak yang sudah panen cengkih, jadi sudah tidak ada yang stok kemiri. Kurang sekali,” tuturnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>

Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>> 

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved