HUT ke 79 RI
Kisah Veteran Perang Pembebasan Irian Barat dari Minahasa, Hancurkan Belanda Tak Kehilangan Pasukan
Di usia belasannya, Frans tampil sebagai prajurit Permesta yang terampil dan pemberani. Permesta menyerah
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak banyak lagi pelaku sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang masih hidup.
satu di antaranya adalah Frans Pangkey.
Frans merupakan veteran perang pembebasan Irian Barat dan Timor Timur. Di Irian Barat, Frans adalah penakluk.
Baca juga: Al Gore, Sosok Potensial Pengganti Biden di Pilpres AS: Veteran Vietnam hingga Wapres dari Clinton
Dua musuh ganas yakni alam liar dan tentara Belanda ia tundukkan.
Di usianya yang sudah sepuh, 83 tahun, Frans masih sehat.
Ingatannya juga masih kuat. Detil kisah puluhan tahun lalu masih nancap di pikirannya, yang mengherankan pula, Frans punya daya analisis yang muncul dari pengamatannya di masa lalu dan kini.
"Semua karena kemurahan Tuhan," katanya saat ditemui tribunmanado di kediamannya di Malalayang, Manado, Sulut, Senin (12/8/2024).
Semua berawal dari Permesta.
Di usia belasannya, Frans tampil sebagai prajurit Permesta yang terampil dan pemberani. Permesta menyerah.
Sejumlah eks Permesta pilih gabung TNI. Frans salah satunya.
"Saya gabung di TNI karena dinilai punya nyali besar," kata dia.
Frams gabung di bawah pasukan pimpinan Kapten Kumontoy. Ia ingat, pasukan itu dilepas oleh Ahmad Yani, Soeharto dan Komodor Yos Sudarso.
"Kami dikirim ke salah satu medan yang paling berat," kata dia.
Toh, Frans dan pasukannya tak gentar. Mereka malah kian bergairah.
"Kami sudah biasa hidup keras di hutan, alam yang ganas dan musuh yang beringas justru membuat adrenalin kami meningkat," katanya.
Sebelumnya sudah ada sas sus bila pasukannya Frans sangat tangguh dan konon punya semacam ilmu kebal.
Dan Frans Cs membuktikan bahwa mereka adalah singa rimba yang mampu menelan siapapun. "Pasukan KNIL dan
Belanda ketakutan dengan kami, karena mereka beranggapan kami pasukan khusus TNI," katanya.
Kisah selanjutnya adalah mirip legenda.
Frans Cs bertarung tanpa ada korban tewas di sisi mereka. Pada akhirnya, pasukan Frans menyelesaikan misi merebut suatu daerah di Irian Barat.
Frans membeber kunci dari keberhasilan mereka.
"Saat ini kami penuh dengan gotog royong dan rasa cinta negara yang tinggi, tak peduli apa agamanya, niat kami tulus untuk bangsa dan negara," kata dia.
Hal ini, kata dia, perlu diteladani generasi muda saat ini dalam mengisi kemerdekaan. (Art)
Makna Kemerdekaan bagi Nona Manado Angeli Desti Tacalao |
![]() |
---|
Cewek Sitaro Gledis Sri Manarat Bangga Bisa Membawa Baki dalam Upacara HUT ke-79 RI |
![]() |
---|
Sosok Kolonel TNI Nur Wahyudi, Suami Finalis Puteri Indonesia Jadi Komandan Upacara HUT RI di IKN |
![]() |
---|
Meriahnya HUT RI ke-79 di Kelurahan Malalayang Satu Timur Manado, Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Ada 184 Tahanan di Rutan Kotamobagu Sulut Terima Remisi, Berikut Rincinya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.