Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada 2024

By Design Kotak Kosong di Jakarta? Pengamat: Aslinya Ridwan Kamil-Kaesang

Skenario calon tunggal versus kotak kosong di Pilkada Jakarta 2024 ramai! Calon tunggal, duet Ridwan Kamil-Kaesang Pangarep, bukan Ridwan-Sohibul.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kaesang Pangarep. Skenario calon tunggal versus kotak kosong di Pilkada Jakarta 2024 ramai! Calon tunggal, duet Ridwan Kamil-Kaesang Pangarep, bukan Ridwan-Sohibul. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Skenario calon tunggal versus kotak kosong di Pilkada Jakarta 2024 ramai! Calon tunggal adalah duet Ridwan Kamil-Kaesang Pangarep, bukan Ridwan-Sohibul Iman dari PKS.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus bukan tercipta secara alami melainkan by design.

Diketahui wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus berisikan koalisi besar dari seluruh partai politik. Nantinya, KIM plus akan mengusung Ridwan Kamil menjadi cagub Jakarta 2024.

Banyaknya pendukung parpol politik di KIM Plus, tidak menutup kemungkinan nantinya hanya ada satu pasangan calon tunggal di Jakarta alias lawan kotak kosong.

"Itu ada dua sebab (KIM Plus) analisis pertama tentu bisa efeknya penjegalan Anies. Tapi itu efek artinya, bukan by design," kata Ray dihubungi Sabtu (10/8/2024).

Kemudian yang kedua lanjut Ray, memang by design sengaja biar Anies itu tidak dapat tiket. Walaupun disisakan satu partai tapi yang jelas satu partai itu tidak bisa mencalonkan.

"Jadi disisakan satu partai saja, untuk mengaburkan seolah-olah tidak ada upaya untuk memborong semua partai," jelasnya.

Atas hal itu ia menilai publik tinggal mengganggu mana nanti yang akan terjadi.

"Tapi saya sudah bisa pastikan bahwa KIM Plus itu by design, bukan datang secara alami," jelasnya.

Ray lalu menjelaskan dalam fenomena calon tunggal yang terbentuk secara alami. Umumnya disebabkan kandidat paslon elektabilitasnya terlalu tinggi.

"Tapi kalau masih ada calon yang elektabilitas 10 persen (Elektabilitas RK di Jakarta). Lalu semua partai berbondong-bondong mendukung itu artinya by design. Dilakukan sebagai cara memungkinkan 10% tersebut menang," jelasnya.

Ia meyakini partai-partai yang di luar KIM yang kemudian bergabung ke dalam KIM PLus. Pasti ada sesuatu yang ditawarkan lebih besar dari sekedar jabatan gubernur.

"Mungkin mereka sedang incar apa itu tapi kita tidak tahu. Walaupun nanti jika kalah tetap kebagian, apalagi menang," jelasnya.

Berinisial S

Rangkuti mengomentari pernyataan Golkar bahwa cawagub pendamping Ridwan Kamil (RK) di Pilgub Jakarta berinisial 'S'.

Menurutnya pernyataan tersebut hanya untuk buat publik ramai saja. Aslinya kata Ray, pendamping RK di Jakarta yakni Kaesang Pangarep.

"Aslinya Kaesang siapa lagi. Itu buat hirup pikuk saja pakai nama S dan sebagainya," kata Ray dihubungi Sabtu (10/8/2024).

Menurutnya skenario RK di Jakarta adalah skenario dipasangkan dengan Kaesang.

"Kalau RK tidak dipasangkan dengan Kaesang. Belum tentu RK berkenaan diajak ke Jakarta," jelasnya.

Dikatakan Ray jika RK dan Kaesang direkayasa atau sudah diatur. Lobinya sangat besar untuk PKS dan lainnya.

Sebelumnya Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa bakal Cawagub untuk mendampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta sudah ada. Bakal Cawagub yang didorong oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus tersebut berinisial S.

"Sudah ada. Sementara inisialnya S," kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, (9/8/2024).

Airlangga tidak menjelaskan lebih jauh mengenai siapa Inisial S yang tersebut. Saat ditanya apakah S yang dimaksud adalah politikus PKS Sohibul Iman atau Syaikhu, Airlangga menyangkalnya.

"None of the above," katanya.

Airlangga sendiri mengakui telah bertemu dengan Ketua Umum Gerinda Prabowo Subianto pada akhir kemarin.

Airlangga membantah pertemuan dengan Prabowo membahas pencalonan Ridwan Kamil di Jakarta berikut dengan pasangannya.

Ia mengatakan bahwa pertemuannya dengan Prabowo membahas RAPBN 2025.

"Ya, itu urusannya APBN," katanya.

Terkait dengan pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Airlangga mengaku tidak mengetahuinya.

Ia tahu ada pertemuan antara Prabowo dengan Surya Paloh dari media massa."Saya baca di koran," pungkasnya.

(Tribunnews.com Rahmat W Nugraha)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved