Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tanda-tanda Mobil Harus Turun Mesin, Muncul Gejala Ini

Sebelum melakukan turun mesin seharusnya sudah diketahui rencana penanganan atau kemungkinan area mana yang rusak.

Tayang:
Editor: Ventrico Nonutu
HO
Tanda-tanda Mobil Harus Turun Mesin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini merupakan tanda-tanda mobil harus turun mesin.

Turun mesin bisa saja terjadi pada mobil yang anda gunakan.

Ada berbagai penyebab mobil mengalami turun mesin.

Mulai dari akibat kerusakan ringan, sedang hingga berat.

Berbagai tanda pun akan muncul jika mobil harus turun mesin.

Diantaranya yakni karena mesin mengalami kenaikan suhu tidak normal.

Perlu dicatat, sebelum melakukan turun mesin seharusnya sudah diketahui rencana penanganan atau kemungkinan area mana yang rusak, jika tidak maka pemeriksaan membutuhkan waktu lebih lama.

Oleh karena itu, kebanyakan bengkel bisa mengerti tanda-tanda mobil membutuhkan turun mesin dari gejala-gejala yang ditimbulkan.

Pemilik Aha Motor Hardi Wibowo mengatakan, terkadang mobil masih tampak sehat tapi sebenarnya membutuhkan turun mesin, khususnya ketika kerusakannya masih kecil.

“Turun mesin tidak harus menunggu kerusakan mesin sudah parah, karena semakin dini dilakukan penanganan akan membuat biayanya lebih kecil karena tidak perlu mengganti banyak komponen,” ucap Hardi kepada Kompas.com, Minggu (22/10/2023).

Pria yang mendirikan bengkel Spesialis Nissan & Datsun di Mlati, Sleman, Yogyakarta, ini mengatakan, kerusakan kepala silinder pada mesin biasanya terjadi dengan perlahan namun gejalanya sudah bisa diketahui.

Bahkan, menurut Hardi, jika pengguna tidak peka memperhatikan gejalanya, dikira mobil sehat-sehat saja, padahal sebenarnya mobil tersebut tidak bisa diajak kerja keras seperti menanjak, mengebut, dan bermuatan penuh.

“Awalnya air radiator cepat habis, sehingga pengguna harus rajin menambah, jika mobil digunakan secara ekstrem untuk ngebut, menanjak, dan muatan penuh mungkin bisa saja terjadi kenaikan suhu, atau ada gejala lainnya,” ucap Hardi.

Sehingga, mau tidak mau pengguna wajib menambah air radiator secara rutin agar saat mobil digunakan tidak mogok di perjalanan.

Menurut Hardi, cara tersebut bisa dilakukan, tetapi  kerusakan yang lebih besar bisa terjadi seperti bom waktu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved