Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rangkuman Materi

Rangkuman Materi Bab 3 IPS Kelas 10 SMA, Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha

Materi tentang Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha, dibahas dalam Bab 3 A Buku IPS untuk SMA Kelas 10.

Tayang:
Tribun Manado
Rangkuman Materi Bab 3 IPS Kelas 10 SMA, Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) untuk Kelas 10 SMA, Kurikulum Merdeka.

Dalam artikel ini kami sajikan rangkuman materi IPS SMA tentang Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha.

Materi ini dibahas dalam Bab 3 A Buku IPS untuk SMA Kelas 10, tentang Dinamika Masyarakat dan Lingkungan Indonesia.

Buku ini diterbitkan oleh Kemdikbudristek RI 2023 dan diterbitkan secara daring di buku.kemdikbud.go.id.

Simak ringkasan materi tentang Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha selengkapnya.

1. Perdagangan Dunia dan Perkembangan Kehidupan di Nusantara

Sejak ribuan tahun lalu nenek moyang bangsa Indonesia sudah melakukan perdagangan antarpulau dengan komoditas atau barang dagangan berupa hasil bumi.

Seiring berjalannya waktu, komoditas Nusantara mulai diperdagangkan secara internasional dengan komoditas unggulan berupa bahan wewangian dan pengawet, seperti kayu gaharu dan kapur barus.

Jalur perdagangan yang sudah terbentuk sejak masa sebelum Masehi ini menjadi cikal bakal jalur rempah Nusantara yang makin berkembang hingga masa berikutnya.

Memasuki abad Masehi, terdapat dua jalur per dagangan dunia. Kedua jalur ini menghubungkan beragam budaya dan peradaban dari wilayah Asia, Afrika, dan Eropa dengan komoditas seperti kain sutra, keramik, permadani, perhiasan, rempah-rempah, dan teh.

  • Jalur sutra darat, komoditas utamanya kain sutra.
  • Jalur sutra laut atau jalur rempah, komoditas utamanya berupa rempah-rempah.

Masyarakat Nusantara mengalami perkembangan pesat setelah mengalami interaksi dengan beragam budaya dan peradaban berbeda selama aktif dalam jalur perdagangan dunia. Jalur perdagangan dunia bukan hanya berkaitan dengan ekonomi, melainkan menjadi media pertukaran budaya, agama, dan ilmu pengetahuan. Perkembangan awal inilah yang menjadi latar belakang munculnya pengaruh Hindu–Buddha di Nusantara.

2. Jejak Hubungan Awal India dan Nusantara

Hubungan dagang Indonesia telah berlangsung sebelum jalur sutra melewati perairan Indonesia. Sementara Tiongkok masih berdagang melalui jalur darat, pelaut-pelaut India dan Indonesia sudah berdagang melalui jalur laut.

Letak India dan Indonesia secara strategis terhubung oleh perairan Samudra Hindia. Kepulauan Indonesia persis berada di sebelah tenggara dataran India.

Informasi mengenai kontak awal India dan Nusantara terekam dalam kitab-kitab sastra India yang ditulis pada masa SM, yaitu:

  • Kitab Jataka (Jataka Atthakatha), yang menceritakan kehidupan Buddha Gautama. Dalam kitab tersebut terdapat cerita mengenai negeri bernama Suvarnnabhumi yang berarti ‘negeri emas’. Untuk mencapai negeri tersebut, para pelancong harus menempuh perjalanan yang penuh bahaya. Para ahli memperkirakan negeri tersebut berada di timur India dan merujuk pada kepulauan di Asia Tenggara.
  • Kitab Ramayana, menceritakan kisah perjalanan Sang Rama, pangeran dari kerajaan Kosala (terletak di India Utara). Dalam salah satu fragmen ceritanya, dikisahkan bala tentara kera mencari Sita di negeri timur bernama Yawadwipa yang berarti pulau emas dan perak. Dalam ceritanya disebutkan nama Suwarnnadwipa yang berarti pulau emas. Kedua nama tersebut diperkirakan merujuk pada Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.
  • Kitab Periplous tes Erythras Thalases, berisi catatan perjalanan dagang di sekitar Laut Merah, Laut Arab, hingga Samudra Hindia pada masa Yunani-Romawi. Kitab ini berisi informasi mengenai rute perdagangan, pelabuhan, dan barang dagangan
    di sekitar Afrika Timur hingga Asia Selatan. Dalam salah satu keterangannya, disebutkan terdapat jalur perdagangan dari India ke Timur yang daerahnya disebut Chryse yang berarti ‘emas’. Keterangan ini tampak berkaitan dengan Suvarnnabhumi atau Suwarnnadwipa yang juga berarti pulau emas.
  • Geōgraphikḕ Hyphḗgēsis (Panduan Geografis), berisi peta geografis untuk menggambarkan lokasi dan jarak antara berbagai tempat di sekitar Eropa, Afrika, Arab, dan India. Kitab tersebut secara jelas menulis sebuah tempat bernama Iabadiou yang memiliki kesamaan makna dengan Yawadwipa.
Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved