Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Serangan Rasis Trump Berlanjut, Sebut Harris "Orang Gila dan IQ Rendah"

Mantan Presiden Donald Trump kembali melancarkan serangan berbau rasis kepada rivalnya Kamala Harris.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Mantan Presiden Donald Trump. Dia kembali melancarkan serangan berbau rasis kepada rivalnya Kamala Harris. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Mantan Presiden Donald Trump kembali melancarkan serangan berbau rasis kepada rivalnya Kamala Harris.

Pada rapat umum di Atlanta pada Minggu 4 Agustus 2024 (Wita), Trump menyerang karakter Harris dan kebijakan yang dipromosikannya sebagai wakil presiden. Dia terus mengajukan pertanyaan tentang identitas rasialnya.

Dikutip Reuters, pada hari Kamis, Trump secara keliru menyatakan kepada peserta pertemuan tahunan jurnalis kulit hitam terbesar di negara itu bahwa Harris telah mengabaikan warisan kulit hitamnya.

Harris, yang merupakan keturunan India dan Jamaika, telah lama mengidentifikasi dirinya sebagai orang kulit hitam dan Asia.

Ia kuliah di universitas yang secara tradisional dihuni orang kulit hitam, di mana ia bergabung dengan perkumpulan mahasiswi kulit hitam terkemuka.

Trump, yang berpidato di stadion yang sama tempat Harris menggelar rapat umum pada hari Rabu, mengatakan bahwa ada "19 cara berbeda" untuk mengucapkan nama depan Harris.

Dia juga menyebutnya sebagai "orang gila" dengan "IQ rendah". Sebelum Trump naik panggung, tim kampanyenya menayangkan sebuah artikel di layar besar yang menyebut Harris sebagai senator India-Amerika pertama.

Mantan presiden itu juga mendedikasikan sebagian besar pidatonya untuk menyerang Gubernur Georgia dari Partai Republik, Brian Kemp dan sekretaris negara bagian dari Partai Republik, Brad Raffensperger.

Kedua pria itu menuai kemarahan Trump karena gagal memenangkan Trump dalam Pilpres di Georgia pada tahun 2020.

Penampilan Trump yang agresif bertolak belakang dengan saran sejumlah petinggi Partai Republik yang telah mendesaknya untuk menghindari serangan terhadap identitas Harris dan serangan bersahabat yang ditujukan kepada kaum konservatif.

Setelah pidato Trump, kampanye Harris merilis pernyataan oleh Geoff Duncan, wakil gubernur Georgia dari Partai Republik dari tahun 2019 hingga 2023 dan seorang kritikus vokal Trump.

"Jika Anda mampu melihat keganjilan dan sifat pendendam Donald Trump malam ini, Anda melihat Donald Trump yang tidak peduli dengan upaya menyatukan negara ini atau berbicara kepada para pemilih yang akan menentukan hasil pemilu ini," kata Duncan. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved