Breaking News
Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rangkuman Materi

Rangkuman Materi Bab 1 Pendidikan Pancasila Kelas 10, Dinamika Kelahiran Pancasila

Materi ini dibahas dalam Bab 1 B Buku Pendidikan Pancasila untuk SMA Sederajat Kelas 10, tentang Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa.

Tribun Manado
Rangkuman Materi Bab 1 Pendidikan Pancasila Kelas 10, Dinamika Kelahiran Pancasila 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi Pendidikan Pancasila untuk Kelas 10 SMA sederajat, Kurikulum Merdeka.

Dalam artikel ini kami sajikan rangkuman materi Pendidikan Pancasila SMA tentang Dinamika Kelahiran Pancasila.

Materi ini dibahas dalam Bab 1 B Buku Pendidikan Pancasila untuk SMA Sederajat Kelas 10, tentang Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa.

Buku ini diterbitkan oleh Kemdikbudristek RI 2023 dan diterbitkan secara daring di buku.kemdikbud.go.id.

Simak ringkasan materi tentang Dinamika Kelahiran Pancasila selengkapnya.

B. Dinamika Kelahiran Pancasila

1. Dinamika dalam Sidang BPUPK Pertama

Kekalahan Belanda atas Jepang dalam perang Asia Timur Raya menyebabkan bangsa Indonesia terlepas dari penjajahan Belanda menuju ke penjajahan Jepang.

Jepang dapat menguasai wilayah Indonesia setelah Belanda menyerah di Kalijati, Subang, Jawa Barat pada 8 Maret 1942.

Jepang menggunakan sejumlah semboyan, seperti Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Cahaya Asia, untuk menarik
simpati bangsa Indonesia.

Namun, kemenangan Jepang saat itu tidak bertahan lama karena pihak Sekutu (Inggris, Amerika Serikat, Belanda) melakukan serangan balasan kepada Jepang untuk merebut kembali Indonesia hingga berhasil menguasai sejumlah daerah.

Jepang mengumumkan rencana membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada peringatan Pembangunan Djawa Baroe, 1 Maret 1945.

Tugas BPUPK adalah untuk menyelidiki atau menyusun hal-hal yang dianggap penting bagi negara Indonesia yang hendak dihadirkan.

BPUPK baru dibentuk pada 29 April 1945.

Jepang menyusun keanggotaan BPUPK menjadi lima kelompok, yaitu:

  1. Kelompok Birokrat (residen, bupati, walikota, kepala kantor, guru, dan sebagainya
  2. Kelompok Independen (pengacara, pengusaha, wartawan, dan sebagainya)
  3. Kelompok Ulama
  4. Kelompok Pergerakan Nasionalis
  5. Kelompok Perwakilan Jepang
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved