Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Viral Medsos

Ayam atau Telur Duluan? Persahabatan 2 Pria Berakhir Duka Karena Tebak-tebakan, KM Tewas Ditusuk

Kejadian di Jalan Poros Raha-Lakapera, Desa Labasa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (24/7/2024) lalu menghebohka

Kolase Tribun Manado/Istimewa
Ayam atau Telur Duluan? Persahabatan 2 Pria Berakhir Duka Karena Tebak-tebakan, KM Tewas Ditusuk 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sungguh tragis kisah persahabatan dua sekawan ini.

Kebersamaan yang dipupuk sejak lama, membuat nyawa kawan setongkrongan tewas ditangan sahabatnya sendiri.

KM (47) meregang nyawa setelah alami dianiaya oleh sahabatnya sendiri, D.

Kejadian di Jalan Poros Raha-Lakapera, Desa Labasa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (24/7/2024) lalu menghebohkan publik.

Namun tragisnya, perkelahian dua sahabat ini terjadi hanya karena perdebatan soal tebak-tebakan 'ayam atau telur duluan'.

Akibat penganiayaan itu, D kini ditangkap polisi.

Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

D mengenakan celana panjang saat ditangkap.

Di kaki kanannya masih terdapat bercak darah korban yang ditikamnya sebanyak 15 tusukan.

Bagaimana kronologis peristiwa ini?

Mengutip dari TribunnewsSultra.com, Kasat Reskrim Polres Muna AKP La Ode Arsangka mengungkapkan kronologis kejadian tersebut.

"Jadi peristiwa tindak pidana pembunuhan terjadi sekitar pukul 17.00 Wita, dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat minum minuman keras korban dan pelaku," ungkap Arsangka, Jumat (26/7/2024).

Awalnya kata AKP La Ode Arsangka, sekitar jam 15.00 Wita korban KM singgah di rumah saksi Rita Sita untuk membayar utang.

"Kemudian pelaku D mengajak korban untuk bersama mengkonsumsi miras di tempat tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).

Tempat tersebut sebelumnya telah disiapkan oleh pelaku.

Lalu pelaku D memberikan teka-teki kepada korban 'apa yang duluan lahir, ayam atau telur?'.

Selanjutnya D kembali bertanya kepada 'Siapa yang buat itu Alquran, manusia atau Tuhan?'.

Usai dua pertanyaan tersebut korban dan pelaku pun berdebat.

Setelah berdebat kemudian korban pamit pergi meninggalkan tempat tersebut.

Tapi ternyata korban diikuti oleh pelaku sambil berlari menuju rumah tempat tinggalnya.

Di depan rumah tersebut yang berjarak sekitar 100 meter, tiba-tiba pelaku kembali dengan membawa sebilah badik.

Pelaku lalu mengejar korban yang mengarah ke bengkel yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumah tempat pertemuan sebelumnya.

Pelaku D tetap mengejar korban.

Lalu korban lari menuju halaman Gereja St Mikhael Labasa.

Pelaku mengikuti korban dengan menggunakan sepeda motor yang ada di bengkel tersebut.

Sesampainya di halaman Gereja St Michael Labasa, pelaku melepas motornya lalu mengejar korban hingga ke jalan poros depan Gereja St Mikhael Labasa.

Ketika pelaku sudah mendapati korban, dia langsung menusukkan badik ke tubuh korban secara berulangkali pada bagian dada.

Saat itu juga korban langsung terbaring telentang di tanah.

Lalu pelaku meninggalkan korban dengan menahan pengendara sepeda motor.

Dia kemudian menyerahkan diri bersama sebilah badiknya kepada pihak Polsek Tongkuno.

Detik-detik Penikaman

Sementara itu saksi Rita Sita mengatakan, pelaku D awalnya sejak pagi sedang bekerja membuat dapur rumahnya.

Lalu sekira pukul 15.00 Wita, korban KM singgah di rumahnya untuk membayar utang.

Melihat korban, pelaku mengajak korban untuk bersama mengkonsumsi miras di tempat tersebut yang sudah disiapkan oleh pelaku dan mengajaknya bermain teka-teki hingga berdebat.

Sebelum penikaman terjadi, saksi LMA yang tengah berada dalam rumahnya mendengar teriakan ibu-ibu dengan mengatakan 'Jangan Norman, Jangan'.

Mendengar teriakan tersebut, LMA keluar untuk melihat kejadian.

LMA menyaksikan detik-detik penikaman tersebut.

"Saat dikejar pelaku, korban KM terpojok di sebuah pagar," ungkap LMA.

Ia menambahkan saat terpojok korban mengangkat kedua tangannya, disaat itulah pelaku menusuk korban pada bagian dada.

Saat korban tersungkur, pelaku kembali menusuknya berulang kali.

"Melihat penikaman tersebut saya langsung meninggalkan korban dan pelaku untuk mencari pertolongan pada waktu itu," kata LMA.

Sosok Pelaku

D alias N berusia 30 tahun tercatat sebagai warga Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah.

D sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.

Saat kejadian penikaman tersebut, D sedang bekerja memperbaiki dapur rumah salah satu warga di Desa Labasa.

Kini, D telah ditahan di Polres Muna.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved