Advetorial
UKSW Tandatangan MoU Dengan The American Institute for Indonesian Studies
Kesepakatan yang dicapai melambangkan komitmen mendalam dari kedua institusi untuk memperkuat forum akademik dan penelitian.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah babak baru dalam kerja sama akademik antara Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan The American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) resmi dimulai.
Kerja sama ini diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) UKSW Prof Yafet Yosafet Wilben Rissy, SH, MSi, LLM, PhD (AFHEA), dan Executive Director AIFIS Megan Hewitt, Senin (22/07/2024) di Rumah Noto.
Kesepakatan yang dicapai melambangkan komitmen mendalam dari kedua institusi untuk memperkuat forum akademik dan penelitian.
Baca juga: UKSW dan Czech University of Life Sciences Prague Gelar Summer School Training Course

Kerja sama ini akan membuka jalan bagi pengembangan ilmu humaniora dan ilmu sosial di Indonesia melalui berbagai inisiatif, termasuk penelitian, pelatihan, serta publikasi dan diseminasi hasil penelitian.
Prof Yafet Yosafet Wilben Rissy menuturkan bahwa melalui penandatanganan MoU ini, UKSW dan AIFIS berkomitmen untuk memfasilitasi keterlibatan para akademisi dalam kajian-kajian berkualitas tinggi yang berfokus penelitian sesuai kepakaran para peneliti.
Publikasi ini akan diterbitkan oleh universitas dan lembaga penelitian baik di dalam maupun luar negeri.
“Kerja sama ini akan membangun hubungan yang erat antara peneliti Indonesia yang telah menyelesaikan studinya di Amerika dan pakar Amerika yang tengah menimba ilmu di Indonesia dengan berbagai staf pengajar dan peneliti di UKSW,” ungkapnya.
Prof Yafet Yosafet Wilben Rissy juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi ini sebagai sarana untuk membuka peluang penelitian baru dan membangun jaringan internasional.
"UKSW sedang dan terus berupaya menuju universitas berstandar Internasional sehingga kerja sama dengan AIFIS sangat penting. Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak secara global agar UKSW semakin terhubung dengan jejaring internasional," ujarnya, menekankan aspirasi UKSW.
Dalam kerangka kerja sama ini, UKSW dan AIFIS berencana menyelenggarakan seminar dan lokakarya yang bertujuan untuk pertukaran pengetahuan dari berbagai bidang penelitian.
Acara ini akan menjadi platform yang kaya untuk dialog akademik dan kolaborasi interdisipliner, melibatkan staf dan peneliti tamu dengan berbagai tema dan topik.
Megan Hewitt, dalam sambutannya yang penuh antusiasme, menyatakan bahwa UKSW adalah universitas yang luar biasa. “Sebagai yayasan yang ingin menghubungkan lebih banyak penelitian di Amerika dan Indonesia, kerja sama UKSW dan AIFIS ini menjadi pintu masuk yang penting. Kami berharap dapat memfasilitasi hubungan peneliti di Indonesia dan Amerika melalui berbagai program, termasuk seminar dan konferensi."
Menuju visi universitas global
Tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, dalam kesempatan yang sama juga dilangsungkan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara AIFIS dan Fakultas Teologi UKSW.
MoA dan IA ini ditandatangani oleh Megan Hewitt dan Dekan Fakultas Teologi Pdt Izak Lattu, PhD. Kerja sama ini telah dimulai sejak tahun lalu, dengan Pdt Izak menjadi pembicara dalam berbagai seminar yang diselenggarakan oleh AIFIS dan keterlibatan dalam konferensi tahunan AIFIS-Michigan State University Conference on Indonesian Studies.
DPRD Sulawesi Utara Gelar Paripurna Pelantikan PAW Politisi Partai Golkar Raski Mokodompit |
![]() |
---|
Maksimalkan Belanja Hemat dengan Promo Ulang Tahun ke-14 Blibli Juli 2025, Ini Panduan Lengkapnya |
![]() |
---|
Sentra Medika Hospital Edukasi Pasien Cara Simpan Obat yang Benar |
![]() |
---|
Telkomsel Siaga Area Pamasuka Pastikan Kesiapan Konektivitas dan Layanan Digital Terdepan |
![]() |
---|
Grand Whiz dan Whiz Prime Hotel Megamas Manado Hadirkan Sukacita Natal di Festive Season Activies |
![]() |
---|