Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Yosua 23: 1-16, Kuatkanlah Hatimu

Yosua tidak berteori, sehingga apa yang ia sampaikan pada bangsa itu adalah pengalamannya dengan Tuhan secara pribadi.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Freepik.com
Renungan Harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini berjudul kuatkanlah hatimu.

Firman Tuhan diambil dalam kitab Yosua 23: 1-16.

“Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri.” (Yosua 23:6)

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Zakharia 6:14, Mengenang Kebaikan

Hati sebagai pusat kepribadian manusia, diciptakan Tuhan demikian ajaib dan tak dapat dianalisis oleh pakar psikologi sekalipun, kecuali mencoba mempelajari gejala jiwa manusia.

Yang dapat menganalisis atau mengenali hati manusia hanya Allah sendiri, dan itulah sebabnya setiap orang perlu bergaul dengan firman Allah, agar hidup mereka berbuah, seperti pohon di tepi sungai (Mazm.1:1-3).

Pesan Yosua pada bangsa Israel di saat-saat menjelang hari ajalnya, berkisar pada soal hati yang harus kuat.

Mereka harus berpaut pada Tuhan dengan memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa itu.

Kesetiaan yang ketat pada hukum itu, membuat mereka tidak mudah bergeser ke kanan atau ke kiri, yakni berbagai pengaruh yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Karakter manusia yang sejak kejatuhan dalam dosa sangat mudah ditarik ke berbagai hal yang buruk, sangat memerlukan kebenaran sorgawi.

Ketika hati itu kuat dengan firman, bukan saja persekutuan dengan Allah menjadi dekat, tetapi juga pengenalan akan kehendak-Nya semakin tinggi.

Yosua tidak berteori, sehingga apa yang ia sampaikan pada bangsa itu adalah pengalamannya dengan Tuhan secara pribadi.

Tuhan Yesus mengingatkan bahwa firman Allah adalah makanan bagi jiwa, bukan roti yang sifatnya fisik (Mat. 4:4).

Terkait tulisan para filsuf, John Calvin berkata: “Para filsuf umumnya ambisius, dan karenanya berfokus pada kejelasan yang sangat detail dan keterampilan berpikir yang andal; tetapi Kitab Suci memiliki keringkasan yang sangat indah, dan kepastian yang melebihi semua filsuf.

Para filsuf seringkali menimbulkan kepura-puraan, tetapi Roh Kudus memiliki metode yang berbeda (langsung dan lugas) yang tidak boleh diabaikan.” (Calvin: Golden Booklet of the True Christian Life).

Seperti apa kekuatan kita secara rohani? Sudah seharusnya bagi kita menempatkan Alkitab sebagai makanan sehari-hari, yang tak bisa diabaikan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved