Breaking News
Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Bilangan 12:1-2, Masalah yang Sebenarnya

Dalam sebuah konflik, adakalanya pihak tertentu menyampaikan keluhan yang tidak sesuai dengan masalah yang sebenarnya.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
HO
Renungan harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Harian Kristen kali ini berjudul masalah yang sebenarnya.

Firman Tuhan diambil dalam Bilangan 12:1-2.

Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yohanes 7:25-36, Identitas Pribadi Yesus

Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN. (Bilangan 12:1-2)

Dalam sebuah konflik, adakalanya pihak tertentu menyampaikan keluhan yang tidak sesuai dengan masalah yang sebenarnya.

Biasanya hal ini menyebabkan melebarnya suatu masalah.

Padahal sangat mungkin konflik tersebut dapat diatasi jika benar-benar menemukan permasalahan yang sebenarnya dan fokus kepada jalan keluarnya.

Hal ini juga dialami oleh Harun dan Miryam saat menyampaikan keluhannya tentang Musa.

Masalah semula adalah bahwa mereka keberatan dengan keputusan Musa untuk mengambil seorang perempuan Kush.

Akan tetapi bukannya fokus dengan masalah tersebut dan menyampaikannya dengan jelas kepada Musa, mereka malah meragukan bahwa Tuhan memang berbicara kepada bangsa Israel melalui perantaraan Musa saja.

Sampai akhirnya Tuhan sendiri mengatakan: “Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa? " (Ayat 8).

Adanya perbedaan antara keberatan yang semula disampaikan Miryam dan Harun kepada Musa dengan permasalahan yang kemudian diusik, bisa jadi penyebab sebenarnya adalah iri hati atas keputusan Tuhan yang memilih berbicara kepada bangsa Israel melalui Musa, bukan karena benar-benar peduli.

Seperti yang tertulis dalam Yakobus 4:1-2: “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu?

Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi.

Berhati-hatilah dengan motivasi saat mengajukan penilaian atau kritik terhadap orang lain, ujilah apakah memang benar-benar karena peduli atau karena motif lain seperti iri hati?

Bisa jadi bukannya berdampak positif dan membangun malah sebaliknya menjadi boomerang” bagi diri sendiri.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved