Breaking News
Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Besok Rabu 17 Juli 2024, Info BMKG 16 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem

Simak prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk besok di sejumlah wilayah Indonesia.

pixabay.com
Peringatan Dini Besok Rabu 17 Juli 2024, Info BMKG 16 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk besok di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan BMKG, ada wilayah yang diperkirakan berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

Cek apakah wilayah Anda mengalami potensi cuaca ekstrem hujan lebat.

Sejumlah wilayah diprediksi mengalami cuaca ekstrem besok.

Ada kalanya sebelum keluar rumah untuk mengecek kondisi cuaca.

BMKG merilis potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan petir bakal melanda sejumlah wilayah, pada Rabu (17/7/2024).

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto menyampaikan, kondisi ini dipengaruhi sirkulasi siklonik atau pola pergerakan angin yang berputar mengelilingi area atmosfer dengan tekanan udara lebih rendah dibandingkan area sekitarnya.

Sirkulasi siklonik di terpantau di Samudra Pasifik utara Papua yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi).

“(Daerah konvergensi) memanjang dari Laut Sulu hingga Laut Filipina, Laut Banda hingga Laut Seram, Papua bagian Tengah, dan di Samudra Pasifik sekitar sirkulasi tersebut,” jelas Guswanto, dalam keterangan resmi, yang diterima Kompas.com, Senin (15/7/2024).

Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang dari Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Sumatra Utara, Laut Natuna Utara hingga Laut Cina Selatan, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Barat, Pesisir timur Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dan di laut Sulu.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi.

Selain itu, BMKG juga memperingatkan adanya peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di Samudra Hindia selatan Banten hingga Lampung, Laut Andaman, Teluk Thailand, dan di Laut Cina Selatan.

Peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.

Di sisi lain, intrusi udara kering (dry intrusion) dari belahan bumi selatan (BBS) juga melintasi wilayah Laut Arafuru selatan Papua hingga Laut Banda utara Nusa Tenggara Timur.

“(Adanya dry intrusion) mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembab di perairan barat daya Sumatera,” jelas Guswanto.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved