Donald Trump Ditembak
Joe Biden Klarifikasi soal Pernyataan 'Tempatkan Donald Trump di Sasaran'
Presiden AS Joe Biden mengklarifikasi soal ternyataannya terkait 'Tempatkan Donald Trump di Sasaran'.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya Presiden AS, Joe Biden mengklarifikasi komentarnya tentang Donald Trump, dalam sebuah wawancara di Gedung Putih dengan Lester Holt dari NBC Nightly News pada Senin (15/7/2024),
Joe Biden mengatakan bahwa yang ia maksud adalah perlunya fokus pada agenda Donald Trump.
Lester Holt menanyakan Joe Biden tentang penggunaan bahasa untuk menggambarkan Trump sebagai ancaman eksistensial dalam cuplikan wawancara yang akan ditayangkan Senin malam itu.
Ia juga menyorot komentar yang dibuat Joe Biden dalam panggilan dengan donor Demokrat bahwa sudah saatnya "menempatkan Trump di sasaran".
Melansir dari Guardian, komentar ini muncul setelah percobaan pembunuhan terhadap Trump beberapa hari lalu di Pennsylvania.
"Saya tidak mengatakan bidikan. Saya berbicara tentang fokus," kata Biden.
"Sebenarnya, saya kira yang saya maksud adalah bahwa hanya ada sedikit fokus pada agenda Trump."

"Istilahnya adalah 'tepat sasaran'," kata Holt.
"Itu adalah kesalahan dalam menggunakan kata itu," jawab Biden. "Saya tidak bermaksud, saya tidak mengatakan tepat sasaran. Maksud saya tepat sasaran, fokus pada hal itu.
Fokus pada apa yang dia lakukan. Fokus pada kebijakannya. Fokus pada jumlah kebohongan yang dia katakan dalam debat," jawab Biden.
Joe Biden tampak ragu, apakah ia meminta maaf atau mengoreksi dirinya sendiri setelah menggunakan kata "garis bidik" dan bukan "sasaran".
"Dengar, saya bukan orang yang mengatakan, 'Saya ingin menjadi diktator pada hari pertama.' Saya bukan orang yang menolak menerima hasil pemilu."
Joe Biden juga mengatakan bahwa pengampunan Trump terhadap para perusuh pada 6 Januari merupakan hasutan untuk melakukan kekerasan.
Presiden ke-46 AS ini menambahkan, ia telah mengadakan dua pertemuan di ruang situasi Gedung Putih tentang percobaan pembunuhan tersebut, dan telah meminta peninjauan independen terhadap kinerja Secret Service.
"Pertanyaannya adalah apakah mereka seharusnya mengantisipasi apa yang terjadi," katanya, seraya menambahkan bahwa koordinasi dengan penegak hukum setempat memperumit tugas perlindungan.
Baca juga: Kabar Donald Trump Calon Presiden AS Pascaditembak di Pennsylvania, Berdarah di Wajah
Donald Trump Mengaku Dirinya Seharusnya Sudah Mati
Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku beruntung karena masih hidup setelah menjadi target percobaan pembunuhan.
Donald Trump ditembak saat menghadiri kampanye di Pennsylvania pada hari Sabtu lalu, (13/7/2024).
Bagian telinganya berdarah karena terkena peluru yang ditembakkan oleh Thomas Matthew Crooks (20).
Setidaknya ada lima peluru yang ditembakan dari senapan otomatis berjenis AR-15 ke arah politikus Partai Republik itu.
Satu pendukung Trump tewas dan dua lainnya terluka parah karena tembakan itu. Adapun Crooks ditembak mati di tempat oleh anggota Secret Service.
“Saya seharusnya tidak di sini, saya seharusnya sudah tewas,” kata Trump saat diwawancarai oleh New York Post sehari setelah penembakan, dikutip dari Russia Today.
Mantan presiden itu berbicara kepada para wartawan saat terbang dengan jet pribadinya ke Milwaukee guna menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik.
Kata Trump, dokter telah berkata kepadanya, selamatnya dia dalam percobaan pembunuhan itu adalah suatu “mukjizat”.
“Karena keberuntungan atau karena Tuhan, banyak yang berkata bahwa saya masih hidup karena Tuhan,” ujarnya.
Menurut Trump, berhasil menghindari luka parah hanya karena peluru pertama ditembakkan ketika kepalanya sedikit mengarah ke kanan saat dia membaca diagram mengenai imigran ilegal di AS.
Trump memuji Secret Service yang menurutnya telah bekerja dengan sangat baik dalam menangani pelaku penembakan.
“Mereka melumpuhkannya (pelaku) dengan satu tembakan tepat di antara kedua matanya,” kata Trump.

Trump berkata dia ingin meneruskan kampanyenya setelah penembakan itu. Namun, dia diberi tahu situasi tidak aman dan dia perlu dilarikan ke rumah sakit.
“Saya hanya ingin meneruskan pidato, tetapi saya baru saja ditembak,” ucapnya.
Ketika meninggalkan panggung, Trump terlihat mengangkat tangannya dan berteriak, ”Lawan! Lawan! Lawan!”
“Banyak yang berkata foto itu adalah foto paling ikonik yang pernah mereka lihat. Mereka benar dan saya tidak mati. Biasanya kalian perlu mati agar bisa mendapat foto ikonik.”
Trump juga memuji panggilan telepon dari Presiden AS Joe Biden selepas tragedi itu.
Dia menyebut hal itu sebagai sikap yang baik. Trump mengatakan Biden sangat ramah dalam perbincangan lewat telepon itu.
Menurut Trump, dia sebenarnya sudah menyiapkan pidato yang sangat tegas mengenai korupsi dan bobroknya pemerintahan AS.
Namun, pidato itu tak jadi disampaikannya setelah percobaan pembunuhan itu.
“Saya ingin menyatukan negara ini, tetapi saya tidak tahu apakah itu mungkin. Orang-orang sangat terpecah belah.”
Baca juga: Thomas Crooks si Penembak Trump di Mata Rekan: Mengejutkan, Dia Anak Baik
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>
Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>
Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>>
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan Tribunnews.com
Kabar Terkini, Donald Trump Terkena Peluru dalam Upaya Pembunuhan, Dikonfirmasi FBI |
![]() |
---|
Donald Trump: 'Saya Seharusnya Sudah Tewas' |
![]() |
---|
Dampak Buruk Bagi Indonesia Akibat Penembakan Terhadap Donald Trump |
![]() |
---|
Daftar Presiden Amerika Serikat yang Alami Upaya Pembunuhan, Empat Tewas dan 8 Berhasil Selamat |
![]() |
---|
Daftar 5 Kasus Kegagalan Secret Service saat Menjaga Presiden Amerika, Sudah Ada 4 yang Meninggal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.