Rangkuman Materi
Rangkuman Materi IPS Kelas 10 SMA Bab 2 C tentang Kekhasan Penelitian Geografi, Kurikulum Merdeka
Rangkuman materi tentang Kekhasan Penelitian Geografi. Bab 2 Buku Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Sederajat dengan tema Penelitian Sosial, bagian C.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi IPS Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka tentang Kekhasan Penelitian Geografi.
Ringkasan materi ini dilansir dari bagian C pada Bab 2 Buku Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Sederajat dengan tema Penelitian Sosial.
Buku ini diterbitkan oleh Kemdikbudristek RI 2023 dan diunggah secara daring di buku.kemdikbud.go.id.
Simak rangkuman materi tentang Kekhasan Penelitian Geografi selengkapnya.
Ringkasan Materi Bab 2 IPS Kelas 10 SMA tentang Penelitian Sosial
C. Kekhasan Penelitian Geografi
Penelitian geografi adalah kegiatan penyelidikan secara ilmiah dan sistematis yang digunakan untuk memecahkan masalah mengenai fenomena geosfer.
Salah satu ciri khas dari penelitian geografi ialah penggunaan tiga pendekatan geografi, yaitu pendekatan keruangan, ekologi (kelingkungan), dan kompleks wilayah.
Kekhasan lainnya ialah penekanan pada aspek ruang sehingga peta, penginderaan jauh, sistem informasi geografis (SIG), dan observasi lapangan menjadi bagian penting dalam penelitian geografi.
Jenis-jenis penelitian Geografi berdasarkan tujuan:
- Penelitian eksploratif, bertujuan mengembangkan dasar pengetahuan tentang fenomena geosfer.
- Penelitian deskriptif, bertujuan menjelaskan gambaran lengkap tentang fenomena geosfer.
- Penelitian eksplanatif, bertujuan menguji suatu teori atau hipotesis tentang fenomena geosfer.
Bentuk-bentuk penelitian geografi:
- Studi kasus adalah penelitian mendalam pada satu atau dua wilayah yang mengumpulkan data dengan studi lapangan serta wawancara.
- Survei adalah penelitian dengan menggunakan survei bertujuan untuk menguji hipotesis dan menjelaskan hubungan antarvariabel.
- Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami pengaruh variabel satu dengan variabel lainnya.
Jenis-jenis data dalam penelitian geografi:
- Data primer, diperoleh dari sumber pertama dan dikumpulkan oleh peneliti sendiri. Contohnya hasil wawancara dan amatan (observasi).
- Data sekunder, diperoleh dari berbagai sumber. Misalnya, data dari BMKG tentang ikhtisar cuaca dan citra satelit tren curah hujan.
Penelitian geografis selalu identik dan memerlukan peta, penginderaan jauh, dan Sistem Informasi Geografis (SIG).
1. Peta
Peta menggambarkan deskripsi dan karakteristik tentang ruang sehingga semua penelitian geografi selalu menggunakan peta.
Secara umum peta didefinisikan sebagai gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang digambar dengan skala tertentu serta menggunakan sistem proyeksi.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah, ayat 1, Peta adalah suatu gambar dari unsur-unsur alam dan atau buatan manusia yang berada di atas maupun di bawah permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Sedangkan skala peta adalah perbandingan antara jarak dua titik di atas peta dan jarak tersebut di muka bumi.
Jenis-jenis peta:
- Peta umum, menggambarkan kenampakan suatu wilayah secara umum. Contohnya ialah peta topograi dan peta wilayah.
- Peta tematik, peta yang menggambarkan kenampakan permukaan bumi sesuai dengan tema tertentu. Contohnya, peta persebaran flora dan fauna, peta zonasi gempa Indonesia, dan peta bahasa.
Jenis-jenis peta berdasarkan skalanya:
- Peta skala kadaster: peta yang memiliki skala antara 1: 100 hingga 1: 5.000. Contohnya adalah peta yang terdapat dalam sertiikat tanah.
- Peta skala besar: peta yang memiliki skala antara 1: 5.000 hingga 1: 250.000. Contohnya adalah peta kabupaten, peta desa.
- Peta skala sedang: peta yang memiliki skala antara 1:250.001 sampai dengan 1:500.000. Contohnya adalah peta provinsi.
- Peta skala kecil: peta yang memiliki skala antara 1:500.001 sampai dengan 1:1.000.000. Contohnya adalah peta negara Indonesia.
- Peta skala geografis: memiliki skala yang lebih kecil dari 1:1.000.000. Contohnya, peta dunia.
Peta menjadi bagian sentral dalam geografi karena peta berfungsi sebagai petunjuk lokasi di permukaan bumi, menginformasikan bentuk permukaan bumi dan lingkungan suatu wilayah baik luas, jarak, kontur (ketinggian), dan potensi sumber daya alam.
2. Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh atau remote sensing adalah ilmu dan seni untuk mengetahui tentang objek, daerah, dan gejala melalui analisis data yang diperoleh melalui alat dan tanpa kontak langsung (Somantri, 2009: 1).
Komponen sistem penginderaan jauh adalah sumber tenaga, atmosfer, objek penginderaan jauh, sensor (alat penerima pantulan spektrum elektromagnetik), detektor (alat perekam), dan wahana (satelit, pesawat terbang, pesawat ulang alik).
Hasil dari penginderaan jauh setelah data diterima dan diolah adalah berupa citra foto dan citra non foto.
Citra Foto
Citra foto berupa potret objek di permukaan bumi.
Berdasarkan spektrumnya dan kondisi daerah yang tertutup awan terdapat berbagai macam citra foto yaitu:
- Citra foto konvensional (pankromatik)
- Citra foto inframerah
- Citra foto ultraviolet
- Citra foto ortokromatik.
Wahana yang digunakan citra foto ialah pesawat terbang. Wahana lain selain pesawat terbang yang dapat membawa alat pemantau penginderaan jauh ialah pesawat tanpa awak (drone terbang).
Citra Nonfoto
Citra nonfoto adalah hasil penginderaan jauh yang tidak menggunakan sensor kamera, tetapi sensor gelombang elektromagnetik dan wahana. Beberapa wahana yang digunakan ialah satelit, seperti satelit LAPAN 2 milik Indonesia dan satelit Landsat 8 NASA (National Aeronautics and Space Administration) milik Amerika Serikat.
Manfaat penginderaan jauh:
- Untuk mengetahui dan memantau tentang kondisi iklim, pasang surut air laut, arus laut, lingkungan seperti pemantauan kondisi hutan, sumber daya alam dan masih banyak lagi.
- Memberikan informasi tentang kondisi permukaan bumi.
- Menggambarkan bentuk muka bumi, yaitu bentang alam (relief), termasuk daerah cekungan.
- Membantu untuk melakukan tindakan mitigasi pada wilayah yang berpotensi terjadi bencana sehingga pemerintah dan masyarakat dalam memitigasi risiko bencana.
3. Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi geografis atau biasa disingkat dengan SIG dikenal sebagai sistem informasi, data, dan analisis keruangan yang berbasis komputer.
Menurut Hermawan (2009:133), SIG adalah suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menggabungkan, mengatur, mentransformasi, memanipulasi dan menganalisis data geografis.
Berdasarkan Kamus Modern Geografi (2001: 110) SIG adalah penyimpanan data geografis dalam bentuk digital di
komputer, didukung dengan kapasitas komputer modern sehingga jumlah informasi yang disimpan sangat banyak. Data tersebut diperbarui dan dianalisis. Perkembangan SIG sangat terkait dengan penginderaan jauh, yang terus-menerus memberikan informasi baru tentang permukaan bumi dan planet lain.
Secara sederhana, SIG dapat dipahami sebagai integrasi teknologi dan data spasial (wilayah) yang menghubungkan berbagai data lain untuk digabungkan, dipetakan, dan dianalisis. Melalui SIG, kita dapat mengetahui lokasi, kondisi suatu wilayah, tren, pola, dan pemodelan. Beberapa komponen SIG yaitu perangkat keras (komputer), perangkat lunak (software), orang yang menjalankan, serta aplikasi sehingga dapat menghasilkan data geografis. Datadata tersebut berasal dari citra foto, citra nonfoto, peta, data pendukung lain, pengamatan, dan pengukuran lapangan untuk diolah menjadi sistem informasi geografis.
Manfaat SIG:
- Pendidikan: data SIG dapat digunakan dalam pembelajaran geografi sehingga siswa memiliki keterampilan yang mumpuni mengenai aplikasi data spasial.
- Geologi, energi, dan sumber daya mineral: data SIG merupakan data penting untuk memahami persebaran, keberadaan sumber daya alam serta kegiatan eksplorasi tambang maupun penelitian.
- Kehutanan dan lingkungan: mengetahui kondisi ekosistem hutan, kerapatan vegetasi, alih fungsi lahan, dan lain sebagainya.
- Kebencanaan: memahami daerah potensi bencana sehingga dapat melakukan mitigasi bencana.
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Rangkuman Materi IPA Kelas 7, Pengaruh Pergerakan Bumi dan Benda Langit terhadap Kehidupan di Bumi |
![]() |
---|
Rangkuman Materi IPA Kelas 7 SMP, Bab 7 C tentang Perubahan Iklim Bumi yang Dipengaruhi Benda Langit |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 9, tentang Makna Kemerdekaan Berpendapat Warga Negara |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 9, Contoh Tradisi, Kearifan Lokal Budaya Indonesia |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 9 SMP tentang Makna Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.