Breaking News
Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Akitab

Bacaan Alkitab Lukas 8:26-39, Nilai Suatu Kesaksian

Roh Kudus secara ajaib mengubah cara berpikirnya, tutur katanya, sikap hatinya, pokoknya hidupnya menjadi baru karena Kristus di dalam dia 2Kor. 5:17

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
pixabay.com
Bacaan Alkitab, Minggu 18 September 2022, Yohanes 1:4, Dalam Yesus Ada Hidup 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bacaan Alkitab kali ini diambil dalam Lukas 8:26-39.

Judul renungan kali ini nilai suatu kesaksian.

“Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu. Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang diperbuat Yesus atas dirinya.” Lukas 8:39

Baca juga: Bacaan Alkitab 1 Korintus 3:6 TB, Tugas Panggilan dalam Pelayanan

Ada seorang pemuda dikenal pemabuk berat, dikuasai roh alkohol, yang setiap hari meresahkan masyarakat di sekitarnya, di luar dugaan ia bertobat, dan sungguh-sungguh berubah.

Bagi mereka yang tidak mengerti firman Tuhan, perubahan itu dianggap aneh dan berpura-pura.

Bukannya memuji Tuhan malah mengejek perubahan itu.

Tetapi bagi orang Kristen yang sesungguhnya, perubahan itu terjadi karena pekerjaan Roh Kudus.

Roh Kudus secara ajaib mengubah cara berpikirnya, tutur katanya, sikap hatinya, pokoknya hidupnya menjadi baru karena Kristus di dalam dia (2Kor. 5:17).

Ia tentu saja rindu, kalau pun Tuhan mau ambil hidupnya kembali ke sorga, ia sudah siap.

Namun kemudian ia mengerti bahwa Tuhan mau dia hidup di dunia ini untuk menyaksikan perbuatan Tuhan (cf. Fil.1:20, 21).

Tuhan mau dia seperti seorang Gerasa itu, yang tadinya pernah berkata pada Tuhan, “Apa urusan-Mu dengan aku?”, berubah menjadi orang yang berurusan dengan jiwa-jiwa agar mereka bertobat dan percaya kepada Yesus.

Dahulu ketika masih diikat Setan, dipermainkan oleh roh jahat, mana mungkin ia dapat mengurus orang yang juga sedang diikat Setan?

Seperti kata Yesus, bahwa tidak mungkin orang buta menuntun orang buta (Matius 15:14).

Ketika ia (pria Gerasa) terlepas dari genggaman roh jahat, ia punya kapasitas baru sebagai saksi Tuhan, untuk bicara tentang kasih Tuhan kepada mereka yang sedang diseret dan dibelenggu oleh dosa.

Tak ada lagi perasaan malu kecuali berani berkeliling dan bicara tentang kelepasan di dalam Yesus.

Ia tak peduli mau dianggap gila (seperti Paulus pernah dikatai gila oleh Festus - Kis. 26:24), karena yang ada dalam hati dan pikirannya adalah berita baik (good news) bagi yang mau mendengar, tapi berita buruk (bad news) bagi mereka yangmenutup telinganya.

Dapat kita bayangkan, suaranya pasti begitu lantang, sehingga menarik perhatian banyak orang.

Memang, kalau Tuhan yang sudah mengubah, tak ada lagi yang dapat menahan luapan berita sukacita itu.

Sekarang ini istilah “gila” tidak saja merujuk pada orang yang sakit jiwa, tetapi juga suka disematkan pada orang yang melakukan hal-hal spektakuler bukan?

John Newton, melalui hymne Amazing Grace nya, telah menggugah banyak hati yang tertutup menjadi terbuka.

Mereka sadar bahwa anugerah keselamatan itu, benar-benar mengherankan (amazing).

Sekarang ini banyak orang menganggap sepi berita keselamatan itu, tetapi Allah masih sabar menanti agar lebih banyak orang bertobat dan diselamatkan (cf. Roma 2:4).

Meski tampaknya ada yang merasa tak perlu Yesus, tetap perlu berita tentang Dia.

Pertanyaan bagi kita, masihkah berita Injil Kristus melekat di hati dan mulut kita di hari-hari ini?

Injil Kristus bukan saja sekedar cerita tetapi berita hidup yang dapat didengar dan dilihat orang, melalui setiap saksi Kristus di mana-mana.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved