Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil Tokoh

Profil Mohammad Nasser, Komandan Top Hizbullah yang Dibunuh Israel, 40 Tahun Umur Perjuangan

Pembunuhan Haji Abu Nehme adalah kejadian ketiga di mana pasukan pendudukan Israel membunuh seorang komandan utama Hizbullah.

Editor: Rizali Posumah
HO/Kolase
Mohammad Nasser komandan top Hizbullah yang gugur di tangan militer Israel. 

Berkat keberaniannya, Nasser pangkat di sayap militer Hizbullah sambil terlibat dalam beberapa pertempuran selama hampir 40 tahun kariernya sebagai pejuang dan pemimpin Perlawanan.

Penghargaan Mohammad Nasser Pasca-Pembebasan

Meskipun mengalami banyak cedera, Nasser dinilai berkontribusi dalam pertahanan Lebanon dari agresi Israel

Dia juga termasuk orang yang ikut serta dalam konfrontasi perang Israel di Lebanon tahun 2006.

Selama partisipasinya dalam pertahanan Hizbullah melawan organisasi teror di Suriah, Irak, dan perbatasan timur Lebanon, Nasser kembali terluka di medan perang pada tahun 2015.

Pertempuran di pegunungan timur, yang terjadi antara Lebanon dan Suriah, termasuk yang paling sengit, karena sifat geografis wilayah tersebut yang kompleks.

Hizbullah akhirnya berhasil membebaskan wilayah tersebut dari gerakan Suriah pada tahun 2017.

Komandan Unit Aaziz Hizbullah

Pada tahun 2016, mendiang Mohammad Nasser menjadi komandan salah satu unit teritorial Hizbullah, unit Aaziz.

Selama kariernya, sang anumerta menerima beberapa penghargaan militer dari Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, sebagai pengakuan atas karyanya yang luar biasa di medan perang.

Dalam konfrontasi terbaru dan berkelanjutan terhadap pendudukan Israel, Pertempuran Banjir Al-Aqsa, mendiang Haji Abu Nehme memerintahkan dan mengawasi berbagai operasi terhadap situs, pangkalan, infrastruktur, dan posisi militer Israel.

Pembalasan Hizbullah

Ketika Lebanon bersiap untuk memperingati kehidupan pejuang dan pemimpin perlawanan besar lainnya, para pejuang Hizbullah melancarkan empat operasi sebagai pembalasan atas pembunuhan Haji Abu Nehme, dan operasi lainnya diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa jam atau hari berikutnya.

Atas kematian Mohammad Nasser, jalan diplomasi untuk meredakan eskalasi di perbatasan Lebanon-Israel dinilai hampir tertutup sepenuhnya.

Hizbullah diyakini, dan sudah terjadi, akan terus menerus menyerang teritorial Israel sebagai pembalasan.

Sementara Israel, yang berharap Hizbullah berhenti mengebom, juga segera meluncurkan operasi skala besar ke Lebanon.

Baca juga: Tentara Israel Otw Lebanon, IDF Serang Besar-besaran Pusat Kota Rafah, Bombardir Sheikh Ajlin

Terkait situasi itu, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran untuk urusan internasional, Kamal Kharazi, mengatakan Iran dan semua faksi poros perlawanan akan mendukung Hizbullah Lebanon jika terjadi perang dengan Israel.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved