Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Sosok Irjen Suharyono Kapolda Sumatera Barat yang Disorot Usai Viral Anak SMP Diduga Dianiaya Polisi

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial bocah bernama Afif Maulana alias AM (13) di Padang tewas diduga dianiaya sejumlah oknum polisi.

Editor: Indry Panigoro
Tribun Padang
Kapolda Sumbar Irjen Suharyono meninggalkan lokasi jumpa pers saat gempa di Gedung Mapolda Sumbar, Selasa (20/6/2023). Sosok Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Suharyono menjadi perhatian dalam kasus tewasnya bocah SMP di Padang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Kapolda Sumatera Barat ( Sumbar ), Irjen Pol Suharyono saat ini tengah menjadi perhatian publik.

itu setelah Irjen Pol Suharyono memberikan keterangan atas kasus kematian bocah SMP tewas di Padang.

Seperti diberitakan, perwira tinggi Polri berpangkat dua bintang ini menyebut penyebab tewasnya anak SMP bernama Afif Maulana (13) di Padang lantaran terjun dari jembatan Kuranji.

Sementara, hasil investigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menduga, Afif Maulana dianiaya oleh oknum polisi.

Itu karena ditemukan luka lebam di sekujur tubuh korban.

Dari perbedaan tersebut, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso mendesak agar kasus tewasnya Afif Maulana ditarik ke Bareskrim Polri.

Sementara menurut Komisioner Komnas HAM, Hari Kurniawan pernyataan Kapolda Sumbar tersebut merupakan bentuk intimidasi yang membuat keluarga korban merasa takut.

Hari juga menilai korban lainnya beserta keluarga menjadi takut dituding pencemaran nama baik

 "Ini bentuk intimidasi. Bahkan keluarga korban ketakutan semua, takut anaknya kemudian diproses dilaporkan sebagai pencemaran nama baik," kata Hari kepada awak media di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Atas hal itu, ia berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menghentikan segala bentuk intimidasi kepada keluarga korban.

"Ini tentu akan berdampak psikologi pada korban. Sehingga mereka tidak bisa memberikan keterangan secara sebenar-benarnya," kata Hari.

"Bahkan, bisa jadi nanti keterangan A jadi berubah jadi B. Ini yang kita minta, upaya kami adalah supaya segera mungkin untuk memberikan surat perlindungan bagi korban," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial bocah bernama Afif Maulana alias AM (13) di Padang tewas diduga dianiaya sejumlah oknum polisi.

 Viralnya kasus itu pun dinilai Polda Sumatera Barat (Sumbar) merusak citra institusi kepolisian.

Alhasil, kini Polda Sumbar mencari orang yang memviralkan informasi tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved