Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel Palestina

PM Italia: Israel Masuk Jebakan Hamas dan Rencananya Berjalan Mulus

PM Italia Giorgia Meloni menyatakan bahwa Israel masuk jebakan Hamas dan rencana itu berjalan mulus.

Editor: Frandi Piring
AP Photo
PM Italia: Israel Masuk Jebakan Hamas dan Rencananya Berjalan Mulus. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Israel disebut telah masuk dalam jebakan Hamas.

Hal itu diucap oleh Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni saat konferensi pers mengakhiri KTT G7.

Saat itu Giorgia Meloni ditanya tentang perang Israel-Hamas dan mengapa G7 tidak mengutuk Israel atas kematian warga sipil akibat serangannya terhadap Hamas di Gaza.

“Sepertinya Israel sedang terjebak. Karena jebakan Hamas adalah dengan mengisolasinya.

Tampaknya hal ini berhasil,” kata Meloni, mengutip Times of Israel.

Giorgia Meloni pun bersikeras mengatakan Perang Gaza dimulai lantaran adanya serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu, mengutip Times of Israel.

Dengan tegas Giorgia Meloni menyatakan bukan Israel yang memulai, hingga akhirnya terjadi agresi besar-besaran ke Gaza.

“Saya pikir kita perlu mengingat siapa yang memulai semua ini dan bukan Israel, tapi seseorang yang membunuh warga sipil, perempuan dan anak-anak,” kata Meloni.

Giorgia Meloni mengatakan, Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang di wilayah selatan Israel dan menculik 251 orang, sebagian besar warga sipil, hal ini memicu perang.

Ia juga berharap ada upaya perbaikan dan perdamaian.

“Sekarang kita harus mengupayakan perdamaian, yang berarti dialog, mengakui hak Israel untuk merasa aman, hidup damai."

"Dan hak rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri untuk hidup damai,” katanya.

Hal itu dianggap Meloni sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi agresi di Gaza.

"Tugas kami adalah berdialog dengan semua orang," imbuhnya.

Baca juga: Prabowo: Indonesia Evakuasi 1.000 Warga Palestina hingga Sekolahkan 1.000 Anak Korban Teror Israel

Mantan Menteri Kehakiman Israel Akui IDF Kalah di Gaza

Eks Menteri Kehakiman di negara pendudukan Israel, Haim Ramon, menyatakan bahwa pihak Hamas Palestina masih memegang kendali penuh di Gaza.

Hamas yang merupakan Gerakan Perlawanan Palestina terhadap Israel dinilai masih tetap teguh di Gaza meskipun wilayah tersebut mengalami kerusakan parah.

Haim Ramon mengatakan, pada kenyataannya Hamas telah mampu membangun kembali kendali militernya di setiap wilayah dimana pasukan tentara Israel telah ditarik.

"Dan kita sekarang berada di ambang kehancuran atas kekalahan strategis," kata Ramon dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh surat kabar Ibrani, Maariv.

Haim Ramon menjelaskan, tentara Israel (IDF) sebelumnya mengklaim telah membongkar kemampuan militer Hamas di Jabalia, namun kemudian terkejut bahwa para petempur Hamas masih ada di sana.

"Dan ketika kita pergi lagi (menyerang kembali), kita akan menemukannya lagi (di sana)," kata Ramon.

Haim Ramon berkata, Hamas secara nyata masih memegang kendali penuh atas Jalur Gaza, termasuk urusan sipil dan distribusi bantuan kemanusiaan.

Kekalahan Startegis

Mengenai para tahanan, mantan menteri Israel itu menyatakan kalau kebanyakan dari mereka masih berada di Gaza.

"Dan pernyataan bahwa tekanan militer akan membawa mereka kembali adalah tidak benar," kata Ramon.

Dia menekankan bahwa perang Israel di Jalur Gaza tidak mencapai tujuan yang dinyatakan, dan bahwa Dewan Perang Israel membanjiri masyarakat Israel dengan 'setengah kebenaran'.

"Intinya adalah meskipun pencapaian taktis telah dicapai oleh pasukan IDF di lapangan, Kabinet Perang dan Staf Umum gagal total dalam mencapai tujuan perang, dan kita sekarang berada di ambang kekalahan strategis," katanya

Haim Ramon menunjukkan bahwa Hamas masih mampu meluncurkan roket dan mengancam pemukiman.

Adapun ulasan artikel tersebut menyatakan:

“Setelah melakukan segala kesalahan yang mungkin terjadi dalam perang ini, Kabinet Perang dan Staf Umum bertekad untuk terus melakukan hal yang sama.

Penolakan anggota Kabinet Perang dan Kepala Staf untuk mengakui kegagalan besar Peristiwa 7 Oktober diperburuk oleh keterbelakangan strategis yang besar yang mendorong mereka untuk terus mempromosikan kepada publik bahwa kita selangkah lagi dari “kemenangan penuh”, sementara kita selangkah lagi dari kekalahan strategis.”

Minta Kendali Gaza Tetap Ada di Israel

Mantan menteri tersebut juga menyinggung soal rencana 'The Day After' yang sejauh ini menimbulkan perpecahan di internal Dewan Perang Israel.

Soal itu, dia menyerukan deklarasi pendudukan militer penuh di Gaza, pembentukan pemerintahan militer sementara, dan menyerukan konferensi internasional dengan partisipasi Amerika Serikat, negara-negara Arab, dan Otoritas Palestina, untuk menentukan siapa yang akan mengambil alih Gaza.

"Cabut pemerintahan militer, sementara kendali keamanan Gaza tetap berada di tangan Israel," katanya.

Selama 238 hari berturut-turut, tentara pendudukan Israel melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza, dengan dukungan Amerika dan Eropa,

ketika pesawat-pesawatnya mengebom sekitar rumah sakit, gedung, menara, dan rumah warga sipil Palestina,

menghancurkan mereka secara langsung. penghuninya, dan mencegah masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Agresi pendudukan yang terus berlanjut terhadap Gaza menyebabkan kematian 36.224 martir dan melukai 81.777 lainnya, selain itu sekitar 1,7 juta orang dari populasi Jalur Gaza harus mengungsi, menurut data PBB.

Baca juga: 2 Berita Populer Sulawesi Utara : Steven Kandouw dan Elly Lasut Jabat Tangan dan DLR - THL Bertemu

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>

Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>>

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved