Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil Tokoh

Muhammadiyah Tarik Dana Rp15 T, Sosok Komisaris BSI Felicitas Tallulembang Disorot, Ini Profilnya

Inilah sosok Felicitas Tallulembang Komisaris BSI (Bank Syariah Indonesia) yang belakangan jadi sorotan usai Muhammadiyah menarik semua uangnya

Editor: Erlina Langi
BSI
Komisaris Independen BSI ( Bank Syariah Indonesia ), dr Felicitas Tallulembang Rudianto Asapa yang sedang disorot. 

Namun, sebelum itu, alumnus Fakultas Kedokteran di Universitas Hasanuddin ini juga sempat menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai Gerindra.

Kala itu ia menjabat melalui proses PAW (Pergantian Antar-waktu) menggantikan Andi Nawir Pasinringi yang meninggal dunia pada Agustus 2017.

Tahun 1999 hingga 2008, Felicita Tallulembeng juga sempat mengemban amanah sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai.

Ia juga aktif di sejumlah organisasi dan menduduki posisi strategis seperti Ketua PMI Kabupaten Sinjai hingga Ketua Pramuka Kabupaten Sinjai.

Felicitas adalah istri mantan Bupati Sinjai dua periode almarhum Andi Rudiyanto Asapa.

Ia juga adalah ibu kandung Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, sekaligus besan Wakil Ketua Umum DPP Golkar Nurdin Halid.

Dapil II Sulsel meliputi wilayah Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai dan Kabupaten Bulukumba.

Keluarga Felicitas Tallulembang bak keluarga Partai Gerindra.

Menjabat sebagai komisaris di BSI, berapa gaji diterima Felicitas Tallulembang.

Belum diketahui secara pasti nominalnya,

Namun, sebagai gambaran, pada tahun 2021, BSI pernah membagikan gaji atau honorarium saja (belum termasuk tunjangan dan tantiem) kepada 10 direksi senilai Rp25,71 miliar.

Artinya, setiap direksi menerima gaji sebesar Rp2,57 miliar per tahun atau Rp214,27 juta setiap bulan.

Biasanya, komisaris utama mendapatkan gaji sebesar 45 persen dari direktur utama.

Jika ada komisaris lainnya, maka besaran gaji yang didapatkan oleh mereka adalah 90 persen dari komisaris utama.

Namun, besar-kecilnya persentase ini pun tergantung dari kebijakan perusahaan itu sendiri.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved