Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

30 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem, Info Peringatan Dini BMKG Besok Selasa 11 Juni 2024

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk Selasa (11/6/2024).

Editor: Glendi Manengal
TribunManado/Glendi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk Selasa (11/6/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok, Selasa (11/6/2024).

Diketahui sejumlah wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat.

Diinfokan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika besok beberapa wilayah potensi dilanda cuaca ekstrem.

Dimana daftar yang berpotensi cuaca ekstrem ada 30 wilayah.

Yang potensi terjadi hujan lebat, disertai petir dan angin kencang.

Bagi yang wilayahnya potensi alami cuaca ekstrem diminta untuk waspada.

Dan siapkan hal-hal yang perlu untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Terkait hal tersebut berikut ini daftar wilayah potensi alami cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk Selasa (11/6/2024).

Dikutip dari laman resmi BMKG, sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat dan sebelah timur Filipina yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Samudera Pasifik sebelah utara Papua, Laut Halmahera, LautSeram, Laut Banda, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Tengah.

Sirkulasi tersebut juga membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di Maluku Utara, Laut Seram, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Papua.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) juga terpantau memanjang dari Laut Natuna hingga Laut Cina Selatan, di Selat Malaka, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, dan dari Papua Pegunungan hingga Papua Barat.

Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Laut Cina Selatan dan Laut Sulawesi.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, terpantau di Laut Andaman dan Laut Arafuru, yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved