Sosok
Sosok Caleg Terpilih DPRK Aceh Tamiang Sofyan, Edarkan Narkoba untuk Dana Kampanye
Politisi PKS tersebut ditangkap Bareskrim Polri karena menjadi bandar narkoba jenis sabu. Ia ditangkap polisi saat sedang berada di sebuah toko.
Sementara itu, PKS tak menoleransi Sofyan yang ditangkap Bareskrim Polri terkait kasus sindikat peredaran narkoba.
Hal ini disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, saat ditemui Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
"Saya dengar dari Dewan Pimpinan Wilayah PKS Aceh sedang memproses bukan PAW, ya, tapi langsung memecat karena memang PKS itu partai yang sangat tegas ketika ada caleg-nya bermasalah dengan narkoba," ucapnya.
Peredaran narkoba, jelas Nasir, tergolong ke dalam extraordinary crime alias kejahatan luar biasa.
Atas dasar itu, partainya tak akan berpikir panjang untuk mengambil tindakan.
Baca juga: Nikmati Sensasi Lezatnya Mie Bakso Samino di Tomohon Sulawesi Utara, Kuliner Legendaris 1970-an
Baca juga: Pemprov Sulawesi Utara Gelar Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif
"Kita tahu bahwa narkoba itu suatu kejahatan extrordinary, tidak ada pikir-pikir langsung dipecat," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, caleg dengan perolehan suara kedua terbanyak akan menggantikan posisi Sofyan sebagai DPRK Aceh.
Di sisi lain, Nasir memastikan tindakan yang dilakukan Sofyan di luar kehendak PKS.
"Tentu saja nanti proses pergantiannya akan berlangsung dan caleg nomor 2 mendapatkan suara terbanyak akan menggantikan posisi itu."
"Tapi ini di luar kehendak kami di luar pengetahuan kami dan kita tidak tahu," ujarnya.
Terancam Hukuman Mati
Dalam kasus ini, Sofyan dijerat dengan pasal berlapis.
"Karena ditangkap proses dia dalam Undang-Undang Narkotika Pasal 114 Juncto 132 UU Narkotika," kata Brigjen Mukti Juharsa kepada wartawan, Senin.
Atas perbuatannya, Mukti menyebut Sofyan terancam dijatuhi hukuman maksimal pidana mati.
"Ancaman terberat hukuman mati dan minimal terendah 6 tahun penjara," ujarnya.
| Sosok Chrisye Olii, Mahasiswa Aktif Berorganisasi di Manado dan Bertekad Kerja di Bank |
|
|---|
| Sosok Meidy Tinangon, Komisioner KPU Sulut Raih Doktor Ilmu Lingkungan |
|
|---|
| Sosok Ariel Warouw Suami Wawali Tomohon Diangkat Jadi Komisaris PT Telkom Infrastruktur Indonesia |
|
|---|
| Cerita Hajar Hulinggi Anggota Tagana Bolmong Sulawesi Utara Selalu Donor Darah Demi Sesama |
|
|---|
| Sosok Iqbal Mandahari Ajudan Bupati Sangihe, Harus Selalu Siap Dalam Kondisi Apapun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dnskjvnfdkjbvngfkj.jpg)