Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok Selasa 28 Mei 2024, Info BMKG 22 Wilayah Ini Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan petir

Editor: Glendi Manengal
TribunManado/Glendi
Info Peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG Besok Selasa 28 Mei 2024 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok, Selasa (28/05/2024).

Diketahui sejumlah wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat.

Diinfokan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika besok beberapa wilayah potensi dilanda cuaca ekstrem.

Dimana daftar yang berpotensi cuaca ekstrem ada 18 wilayah.

Yang potensi terjadi hujan lebat, disertai petir dan angin kencang.

Bagi yang wilayahnya potensi alami cuaca ekstrem diminta untuk waspada.

Dan siapkan hal-hal yang perlu untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Terkait hal tersebut berikut ini daftar wilayah potensi alami cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan petir di sejumlah wilayah di Indonesia pada Selasa (28/5/2024).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyampaikan, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh Siklon tropis Ewiniar.

Dilansir dari laman BMKG, siklon tropis itu terpantau di Kota Quezon, Filipina dengan kecepatan angin 35 knots tekanan 1002 hPa.

"Siklon tropis ini cenderung bergerak ke arah Utara-Timur Laut. Siklon tropis ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Selat Makassar hingga Kalimantan Timur," ujar dia.

Kemudian, siklon tropis Ewiniar juga membentuk konvergensi memanjang di derah Pesisir Kalimantan Utara hingga Laut Sulu, Laut Maluku hingga Laut Sulawesi, Laut Arafuru, Papua Pegunungan hingga Papua Barat, Pesisir utara Papua hingga utara Papua Barat.

Guswanto menerangkan, sistem tersebut juga membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di Sulawesi Tengah, Gorontaro, Laut Sulawesi, Maluku Utara, Pesisir utara Papua Barat Daya, dan menginduksi daerah peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Laut Banda, Laut Timor, dan Laut Arafuru.

Akibatnya, terjadi peningkatan gelombang tinggi di sekitar bibit siklon tropis tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved