Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Sabtu 25 Mei 2024, BMKG: 19 Waspada Wilayah Hujan Lebat dan Angin Kencang

Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika besok beberapa wilayah potensi dilanda cuaca ekstrem.

Tribun Manado/Gryfid Joysman
Peringatan Dini Cuaca Sabtu 25 Mei 2024, BMKG: 19 Waspada Wilayah Hujan Lebat dan Angin Kencang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini kami sajikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem untuk hari ini Sabtu 25 Mei 2024.

Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika besok beberapa wilayah potensi dilanda cuaca ekstrem.

Terkait hal tersebut berikut ini daftar wilayah potensi alami cuaca ekstrem.

Baca juga: Renungan Harian Kristen ‭Yesaya 43:2, Tuhan itu Setia Disetiap Musim Kehidupan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang akan menerpa sejumlah wilayah Indonesia.

Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang itu akan terjadi pada Sabtu (25/5/2024).

BMKG menjelaskan, potensi cuaca ekstrem itu dikarenakan adanya Bibit Siklon Tropis 93W yang terpantau di Samudra Pasifik utara Papua dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan udara minimum 1006 hPa.

Sistem bibit siklon tropis ini cenderung bergerak ke arah barat laut dengan potensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori tinggi.

Bibit siklon tropis ini kemudian menginduksi daerah peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot (low level jet).

Fenomena atmosfer itu juga membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan timur Filipina, serta membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan utara Maluku Utara hingga utara Papua Barat.

Lebih lanjut, juga ada sirkulasi siklonik terpantau di Laut Cina Selatan utara Sabah yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Laut Jawa hingga perairan utara Sabah dan daerah konfluensi di perairan utara Sabah.

Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang dari Jawa Timur hingga Jawa Barat, dari Laut Banda hingga Sulawesi Tengah bagian utara, dan dari Papua Nugini hingga perairan utara Papua Barat.

Daerah konfluensi yang lain terpantau berada di Sumatera Selatan, Selat Karimata, dan Laut Sulu.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi/konfluensi tersebut,” bunyi keterangan BMKG.

Selain itu, juga terdapat intrusi udara kering atau dry intrusion dari Bumi bagian selatan yang melintasi wilayah Laut Karang, Teluk Carpentaria, Papua Selatan, Laut Arafura, dan Australia bagian utara.

Intrusi udara tersebut mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembap di Papua bagian selatan dan Laut Arafura.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved