Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

27 Wilayah Ini Waspada Cuaca Ekstrem, Info Peringatan Dini BMKG Besok Rabu 15 Mei 2024

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem Rabu (15/5/2024).

Editor: Glendi Manengal
TribunManado/Glendi
Peringatan dini BMKG Cuaca ekstrem besok Rabu 15 Mei 2024, info 27 Mei 2024 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok Rabu (15/5/2024).

Diketahui sejumlah wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat.

Diinfokan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika besok beberapa wilayah potensi dilanda cuaca ekstrem.

Dimana daftar yang berpotensi cuaca ekstrem ada 27 wilayah.

Yang potensi terjadi hujan lebat, disertai petir dan angin kencang.

Bagi yang wilayahnya potensi alami cuaca ekstrem diminta untuk waspada.

Dan siapkan hal-hal yang perlu untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Terkait hal tersebut berikut ini daftar wilayah potensi alami cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem Rabu (15/5/2024).

Dikutip dari laman resmi BMKG, sirkulasi siklonik terpantau di Laut Cina Selatan, Laut Banda, dan Samudera Pasifik sebelah utara Papua, yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Riau, Kep. Riau, Laut Natuna, hingga Laut Cina Selatan; dari Laut banda, Laut Seram, hingga laut Arafuru, dan di Samudera Pasifik sebelah utara Papua.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) juga terpantau memanjang di Samudera Hindia sebelah barat Aceh dan sebelah barat Bengkulu, di Sumatera barat, Riau, Laut Jawa bagian barat, Selat Makassar, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Laut Sulawesi, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Laut Seram, dan Papua Barat Daya.

Selain itu, daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Samudera Hindia sebelah barat dan utara Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Maluku dan Papua Barat Daya.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Kemudian, peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, terpantau di Laut Banda, dan Laut Arafuru, yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.

Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved