Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok Kamis 2 Mei 2024, Info BMKG 25 Wilayah Ini Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

Editor: Glendi Manengal
HO
Ilustrasi cuaca ekstrem. Peringatan Dini Besok Kamis 2 Mei 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok Rabu (1/5/2024).

Diketahui sejumlah wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat.

Diinfokan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika besok beberapa wilayah potensi dilanda cuaca ekstrem.

Dimana daftar yang berpotensi cuaca ekstrem ada 25 wilayah.

Yang potensi terjadi hujan lebat, disertai petir dan angin kencang.

Bagi yang wilayahnya potensi alami cuaca ekstrem diminta untuk waspada.

Dan siapkan hal-hal yang perlu untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Terkait hal tersebut berikut ini daftar wilayah potensi alami cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang itu akan terjadi pada Kamis (2/4/2024).

BMKG menjelaskan, cuaca ekstrem itu dikarenakan adanya sirkulasi siklonik yang terpantau berada di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera Barat, perairan Utara Aceh, dan di perairan barat Papua Barat.

Sirkulasi siklonik itu kemudian membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di pesisir barat Aceh, pesisir Lampung hingga Bengkulu, Papua Barat, dan dari Papua hingga Papua tengah.

Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Barat bagian utara, dari Teluk Tomini hingga Sulawesi Selatan, pesisir selatan Filipina, Samudra Pasifik utara Papua, dan di perairan selatan Maluku Tenggara.

Kemudian, juga ada daerah pertemuan angin (konfluensi) yang terpantau di Maluku bagian Tenggara, Papua Tengah, Papua Selatan, Laut Arafuru hingga Laut Banda, Kalimantan bagian selatan, Laut Jawa, dan di Samudra pasifik utara Papua.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,” bunyi keterangan BMKG.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved