Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok Selasa 30 April 2024, Info BMKG 26 Wilayah Ini Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem besok, Selasa (30/4/2024).

Editor: Glendi Manengal
HO
Ilustrasi cuaca ekstrem. Peringatan Dini Besok Selasa 30 April 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok Selasa (30/4/2024).

Diketahui sejumlah wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat.

Diinfokan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika besok beberapa wilayah potensi dilanda cuaca ekstrem.

Dimana daftar yang berpotensi cuaca ekstrem ada 26 wilayah.

Yang potensi terjadi hujan lebat, disertai petir dan angin kencang.

Bagi yang wilayahnya potensi alami cuaca ekstrem diminta untuk waspada.

Dan siapkan hal-hal yang perlu untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Terkait hal tersebut berikut ini daftar wilayah potensi alami cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem besok, Selasa (30/4/2024).

Dikutip dari laman resmi BMKG, Sirkulasi Siklonik terpantau berada di Laut China Selatan, yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Kalimantan Barat, dari Kalimantan Utara hingga Serawak, dan dari Laut Sulawesi hingga Kalimantan Utara, serta membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Cina Selatan.

Daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya terpantau memanjang di Sumatera Utara, di Sumatera Barat, di Laut Jawa dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jawa Barat, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Barat.

Kemudian, dari Laut Banda, Maluku hingga Laut Maluku, di Laut Arafura, dari Papua Barat hingga Papua Barat Daya, dari Papua, Papua Pegunungan, hingga Papua Tengah, dan di Papua Selatan.

Daerah konfluensi lain terpantau di Maluku, Papua Tengah, dan Sulawesi bagian Utara.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, terpantau di Laut Sawu, di Samudra Hindia selatan NTT - Bali, di Laut Timor, dan di Laut Arafura bagian selatan, yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang di wilayah perairan sekitarnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved