Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Ini Penjelasan Psikolog Tentang Cara Mengelola Stres pada Remaja

Umumnya, seseorang mengalami stres saat berada di bawah tekanan ataupun merasa kesulitan menghadapi sesuatu.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Kompas.com
Ilustrasi stres. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui kesehatan menjadi hal penting bagi setiap orang.

Lantas untuk mendapatkan kesehatan orang rela melakukan apapun.

Hal tersebut agar terhindar dari penyakit.

Namun seringkali ada hal-hal yang terlewatkan hingga terkena penyakit.

Salah satunya soal kesehatan mental.

Diketahui saat ini banyak remaja yang mengalami masalah kesehatan mental.

Hal ini berdampak pada remaja yang rentan alami stres hingga depresi.

Lantas bagaimana cara mengelolah stres pada anak remaja?

Terkait hal tersebut berikut penjelasannya psikolog yang wajib orangtua tahu.

Stres merupakan tekanan mental pada seseorang.

Umumnya, seseorang mengalami stres saat berada di bawah tekanan ataupun merasa kesulitan menghadapi sesuatu.

Tentunya stres bisa dialami oleh siapa saja.

Bukan hanya orangtua, rupanya stres pun bisa dialami oleh remaja.

Seringkali stres pada remaja tidak disadari, bahkan cenderung diabaikan.

Jika demikian, maka bisa menyebabkan kondisi mental semakin mengkhawatirkan.

Untuk mengantisipasinya dibutuhkan strategi pengelolaan stres yang benar.

Lantas, adakah cara mengelola stres agar stres yang dialami masih dalam kondisi yang wajar dan tidak berlebihan?

Psikolog keluarga dan pendidikan anak, Adib Setiawan menyampaikan tanggapannya pada tayangan YouTube TribunHealth.com mengenai cara mengelola stres.

Stres bisa dialami oleh remaja akibat tidak mampu menghadapi tekanan.

Tentunya remaja pun perlu mengetahui cara mengelola stres, agar stres yang mereka alami masih dalam kondisi yang wajar.

Psikolog Adib Setiawan menyampaikan cara mengelola stres yang pertama ialah mengerjakan tugas sekolah.

Ia menuturkan, nilai dari tugas tersebut tidak harus bagus. Dari usaha mengerjakan tugas pun menandakan bahwa remaja tersebut memiliki kompetensi dan keterampilan.

"Gampangnya ini sih, yang pertama adalah mengerjakan tugas. Mengerjakan tugas apa? Tugas sekolah dikerjakan. Minimal hasilnya sedang, gak harus bagus hasilnya. Yang penting dikerjakan," kata psikolog Adib Setiawan.

"Karena kalau bisa mengerjakan tugas sekolah berarti kan dia punya kompetensi, punya keterampilan," imbuhnya.

Lanjut, cara yang kedua menurut psikolog Adib adalah berteman.

Dengan berteman, menandakan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Sehingga remaja tersebut bisa belajar dari lingkungannya.

"Yang kedua adalah berteman sama yang lain. Kalau punya teman berarti mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, bisa berbagi cerita ke teman. Sehingga minimal belajar dari lingkungannya," sambungnya.

Psikolog keluarga dan pendidikan anak, Adib Setiawan menuturkan cara mengelola stres yang ketiga adalah memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

 

Remaja bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan berolahraga, membaca buku, belajar dan tidur yang cukup.

"Yang ketiga ya barangkali memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Untuk apa? Ya bisa saja untuk olahraga, membaca buku, belajar, tidur yang cukup. Sepanjang dijalankan dengan baik sih, ya akan terbebas dari stres kalau untuk saya." terang psikolog Adib.

Ini disampaikan pada channel YouTube TribunHealth bersama dengan Adib Setiawan, Sp.Psi., M.Psi. Seorang psikolog keluarga dan pendidikan anak dari Yayasan Praktek Psikolog Indonesia.

(Sumber TribunHealth/PP)

Sumber: Tribun health
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved