Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Maluku Utara

2 Desa Muslim dan Kristen Morotai Malut Saling Kunjungi Saat Hari Raya, Contoh Indahnya Toleransi

Misalnya saja saat Lebaran 2024, umat Kristen Gosoma Maluku diundang oleh umat muslim untuk makan bersama

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Alpen Martinus
HO
Umat Kristen Desa Gosoma Maluku saat diundang umat muslim Desa Wewemo untuk makan bersama saat hari lebaran 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MOROTAI - Dari Provinsi Maluku Utara (Malut) hadirkan indahnya toleransi antara umat beragama.

Toleransi di di Maluku Utara tidak perlu diragukan lagi.

Bahkan Maluku Utara disebut-sebut sebagai Provinsi paling damai di Indonesia.

Baca juga: Tradisi Makan Bersama Umat Kristen dan Muslim di Morotai Malut, Jaga Toleransi Warisan Leluhur

Momen itu tertentu, seperti hari raya lebaran dan tahun baru umat muslim dan kristen saling menjujung tinggi toleransi dengan mengunjungi satu dengan yang lain.

Ada momen makan bersama, duduk bercerita dan saling bermaaf-maafan.

Momen itu juga terjadi di dua desa di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Yakni desa Gosoma Maluku yang mayoritas beragama kristen dan Desa Wewemo beragama muslim.

Misalnya saja saat Lebaran 2024, umat Kristen Gosoma Maluku diundang oleh umat muslim untuk makan bersama.

Begitu juga saat tahun baru, umat kristen mengundang umat muslim.

Hal ini juga sudah menjadi tradisi turun temurun yang dipeliharanya dari ratusan tahun.

Dua desa ini begitu indah memelihara toleransi sejak dulu, sehingga menjadi contoh bagi Desa yang lain.

Perbedaan bukan menjadi alasan untuk tidak hidup dalam kedamaian dan kebersamaan.

Justru perbedaan itu yang membuat kehidupan itu lebih indah dan bermakna.

Kepala desa Wewemo, mengatakan bahwa budaya hubungan silaturahmi ini bukan baru saja lakukan, namun budaya tersebut sudah lama di lakukan nenek kita moyang sejak dulu.

"Oleh sebab itu kita sebagai anak cucu budaya toleransi tersebut janganĀ  kita hilangkan di mata masyarakat, bila perlu kita tingkatkan sampai anak cucu ke depan," ujarnya kepada tribunmanado,co,id, Sabtu (13/4/2024).

Ia juga menegaskan, bahwa ke depan tidak ada lagi pertikaian antara kita umat beragama.

"Kita harus junjung tinggi nilai toleransi antar ummat beragama, Bhineka Tunggal Ika," pungkasnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved