Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2024

Makamnya Ramai Jelang Lebaran, Ini Kisah Ratu Sekar Kedaton dan Putra Mahkota yang Dibuang ke Manado

Satu di antaranya Ani. Ia datang bersama seorang kakak prianya. Dua bersaudara ini mengunjungi sebuah makam yang berada pada bagian samping.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur Rompis
Makam Sekar Kedaton 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sehari jelang Lebaran, sejumlah kuburan Islam di Kota Manado, Sulut, dipadati warga, Selasa (9/4/2024). 

Warga datang untuk nyekar sebagai tradisi sebelum hari raya Idul Fitri.

Salah satunya Makam Sekar Kedaton di Kelurahan Mahakeret Barat Kecamatan Wenang.

Baca juga: Lebaran Kemungkinan Rabu 10 April 2024: 4 Negara Arab Ini Sudah Pastikan Besok Idul Fitri

Amatan tribunmanado, Selasa (9/4/2024) sore, terlihat sejumlah warga berada di kompleks makam tersebut.

Satu di antaranya Ani. Ia datang bersama seorang kakak prianya. Dua bersaudara ini mengunjungi sebuah makam yang berada pada bagian samping.

Kegiatan diawali dengan doa yang berlangsung takzim. Setelah itu pembersihan. Sang kakak mencabut rumput, sedang Ani membersihkan makam dengan kain.

"Ini makan opa kami," kata dia.

Ia mengaku terbiasa datang di sana saat jelang hari raya Idul Fitri.

Amatan tribunmanado.co.id, makam Sekar Kedaton berdampingan dengan ratusan makam lainnya. Makam ini dilindungi sebagai cagar budaya karena punya nilai historis.

Informasi yang dihimpun tribunmanado, Sri Ratu Sekar Kedaton merupakan permaisuri dari Sri Sultan Hamengku Buwono V.

Dia melahirkan putra mahkota yang bernama Kanjeng Gusti Timur Mohammad.

Karena masih kecil, sang putra mahkota diserahkan pada kerabat raja.

Sang kerabat lantas menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono VI. Belasan tahun kemudian, Sri Sultan Hamengku Buwono ke VI meninggal.

Naik tahta adalah Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Lantas terjadilah polemik dalam istana.

Karena mustinya pengganti Sri Sultan Hamengku Buwono ke VII adalah putra mahkota dari Sri Sultan Hamengku Buwono ke V, yaitu Kanjeng Gusti Timur Mohammad.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved