UMKM Sulut
Berkat Gadepreneur, Lydia Porotuo Raih Omset Belasan Juta dari Snack Tuna
Lydia Porotuo (32) tak pernah menyangka keputusannya menggadaikan logam mulia ke Pegadaian menjadi pembuka jalan kesuksesan baginya.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Lydia Porotuo (32) tak pernah menyangka keputusannya menggadaikan logam mulia ke Pegadaian menjadi pembuka jalan kesuksesan baginya.
Lydia adalah pelaku UMKM kuliner di Manado. Produknya snack tuna seperti kerupuk mentah, kerupuk siap saji, dan dendeng tuna.
Semua berawal dari pandemi Covid pada medio 2020 silam. Lydia dan suami pulang ke Manado setelah delapan tahun tinggal di Jogjakarta.
Di daerah istimewa itu, Lydia menyelesaikan S2, bertemu jodoh, dan punya seorang putri.
Bersama suami, Lydia punya sejumlah rencana. Dari sekian alternatif, jualan kerupuk ikan jadi pilihan pertama. Alasan Lydia, mereka sekeluarga suka kerupuk dan ikan melimpah di Manado.
"Biasanya kalau pulang ke Manado, kami suka bawa oleh-oleh kerupuk mentah berkilo-kilo," ujar lulusan S1 Sosial Ekonomi Unsrat ini kepada Tribunmanado.co.id, akhir pekan lalu.
Katanya juga, ia jarang menemukan kerupuk enak dengan harga murah di Manado.
"Kami pernah cari kerupuk merah yang biasa dibeli di Jogja, tidak ketemu. Dari situ semakin yakin kenapa tidak kita buat kerupuk sendiri," ujar ibu satu putri ini.
Usaha pun dimulai. Lydia mulai membuat kerupuk berbahan tuna segar. Nama produknya, Eatkang.
Nama itu berasal dari dua kata yakni Bahasa Inggris, "eat": makan dan "kang" diambil dari Bahasa Melayu Manado, "Ikang," artinya lauk ikan. "Simpelnya, makan ikan," katanya.
Ia memasarkan Eatkang secara mandiri kepada teman-teman, jemaat gereja. "Trial and error, cerita gagal pasti ada," ujar Lydia.
Pernah, adonan belasan kilo terpaksa 'dibuang' jadi makanan ikan.
Singkat cerita, setelah sekitar dua tahun jualan kerupuk, Lydia kesulitan modal untuk mengembangkan usaha.
Ia memutuskan menggadai logam mulia pada awal tahun lalu. Ini momen yang tak akan pernah dilupakannya.
"Beberapa waktu setelah gadai itu, saya dihubungi orang Pegadaian. Katanya, mau tidak ikut program Gadepreneur. Sempat ragu tapi setelah baca-baca dan diarahkan, saya mau," ujarnya.
| D’Potachiz Korean Bread dan Es Teller Merlumer, Perpaduan Korea dan Lokal Hadir di Megamall Manado |
|
|---|
| Maikel Manossoh Alias Chef Kelo, 28 Tahun di Dunia Kuliner Kini Sukses Rintis Usaha Bakso di Tahuna |
|
|---|
| Kisah Claudya Wongkar Memulai Usaha Coffee Truck Lavie di Manado: Berawal Sebagai Penikmat Kopi |
|
|---|
| Pengusaha UMKM di Manado Beber Kisah di Balik Mobil Food Truck Ree Cup, Keluarkan Modal Rp 300 Juta |
|
|---|
| UMKM Ree Cup di Manado, Sajikan Kopi Kacang dengan Cita Rasa Bikin Jatuh Cinta Pandangan Pertama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Lydia-Porotuo-pelaku-UMKM-Eatkang-peserta-Pgfjgfjghj.jpg)