Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Unsrat Manado

Intip Janji Ferry Liando, Dekan FISIP Unsrat Manado Terpilih

Visi Misi Calon Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Periode 2024-2028.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
HO/Kolase Tribun Manado
Daud Markus Lindo atau Ferry Liando 

Oleh: Daud Markus Lindo atau Ferry Liando

Bagian I Isu Strategis dan Tantangan

Terdapat sejumlah isu global yang berkembang saat ini dan mulai berdampak pada produk pendidikan perguruan tinggi di Indonesia.

Dampak tersebut harus diantisipasi oleh perguruan tinggi termasuk oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi. Isu tersebut adalah:

Pertama perkembangan teknologi telah mengubah kehidupan manusia dari berbagai aspek.

Berbagai kebutuhan dan urusan masyarakat dimudahkan oleh proses yang cepat serta kualitas yang makin membanggakan.

Baik organisasi pemerintahan maupun swasta telah berupaya memanfaatkan teknologi guna mendorong pelayanan publik yang lebih baik sebagai respon atas kebutuhan masyarakat.

Selain efesien juga tidak harus menggunakan waktu yang lama dan  berbiaya mahal.  

Namun demikian perkembangan teknologi ternyata menjadi tantangan bagi perguruan tinggi saat ini.

Sebab dengan makin maraknya penggunaan teknologi diberbagai sektor pelayanan publik maka akan semakin membatasi penggunaan tenaga kerja manusia.

Sehigga bukan tidak mungkin peluang lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan akan tersaingi dengan tenaga mesin atau robot.

Kedua, salah satu implementasi dari kebijakan politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia membuka kerja sama ekonomi seluas-luasnya dengan berbagai negara lain termasuk mengijinkan tenaga kerja asing bekerja di sektor publik maupun swasta.

Tidak heran jika dunia industri mulai dikuasai oleh pekerja-pekerja asing. Para investor menilai bahwa profesionalisme kerja para pekerja asing masih jauh lebih bagus ketimbang tenaga kerja dalam negeri.

Selain di dunia industri pemerintah dan pemerintah daerah kerap juga menggunakan tenaga-tenaga asing guna pengembangan tata kelola pemerintahan baik itu sebagai konsultan maupun sebagai pendamping.

Salah satu cara membuka akses tenaga kerja asing, pemeritah telah mengeluarkan kebijakan izin tinggal terbatas atau ITAS yakni pemberian izin yang diberikan kepada orang asing tertentu untuk berada dan tinggal di wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu untuk bekerja.

Kebijakan tenaga kerja asing ini tentu akan berdampak pada lulusan perguruan tinggi termasuk di FISIP Unsrat.

Karena ketika lulus, para lulusan harus berkompetisi dengan tenaga pekerja asing untuk mendapatkan lapangan pekerjaan atau dalam pengembangan karier.

Sebab pekerja asing kerap dianggap memiliki latar belakang pendidikan yang mungkin jauh lebih siap ketimbang pendidikan di Indonesia.

Ketiga, Salah satu permasalahan pengelolaan pendidikan di Indonesia adalah ketimpangan kualitas sarana dan prasarana perguruan tinggi yang berada di pulau Jawa dan di luar pulau Jawa Itulah sebabnya rangking perguruan tinggi teratas dan akreditasi unggul selalu di dominasi kampus-kampus di Pulau Jawa.

Variabel penilaian utama perangkingan tersebut dinilai dari ketersediaan sarana dan prasana, karya-karya ilmiah dosen dan mahasiswa, kualitas lulusan, kepemimpinan mahasiswa serta reputasi para pengajar.  

Sarana dan prasarana yang terbatas mempengaruhi kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mengembangakan keilmuan, kepemimpinan dan talenta.

Sehingga kerap menjadi pemicu terjadi kalah bersaing dalam mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Keempat, Kebijakan pemerintah menjalankan program Pendidikan tinggi kedinasan atau pendidikan vokasi yang berkaitan dengan Ilmu-ilmu Sosial seperti IPDN, STIA LAN, Sekolah Tinggi Keuangan Negara menjadi tantangan terberat bagi sarjana lulusan perguruan tinggi yang menyelenggarkan pendidikan di bidang sosial dan pemerintahan.

Kurikulum yang lebih dominan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teori ketimbang keterampilan dan karakter akan mudah tersaingi oleh sarjana-sarjana lulusan sekolah-sekolah kedinasan.

Selain sekolah kedinasan, sejumlah perusahan-perusahan besar juga mendirikan sekolah yang lebih mengedepankan kesiapan kerja, kepemimpinan, keterampilan dan kepribadian yang lulusannya langsung terikat kontrak dengan perusahaan.

Bagian II Visi

Isu-isu di atas merupakan tantangan terberat bagi sarjana lulusan FISIP Unsrat.

Sebab akan menjadi penghambat bagi lulusan baik dalam hal persaingan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan ataupun berkompetisi berkairier dimana ia akan bekerja.

Oleh karena itu saya terpanggil untuk menjawab tantangan itu dengan bersedia menjadi calon dekan FISIP unsrat periode 2024-2028

Sebagai komitmen saya dalam pencalonan tersebut saya memiliki VISI yaitu:

MENCIPTAKAN SARJANA-SARJANA YANG MAMPU BERKOMPETISI DI DUNIA KERJA SEBAGAI IMPLEMENTASI VISI REKTOR UNSRAT PERIODE 2022-2026 DI FISIP UNSRAT YAKNI MEWUJUDKAN UNSRAT SEBAGAI KAMPUS YANG UNGGUL DAN BERBUDAYA MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY

Bagian III Misi

Visi saya berangkat dari sejumlah permasalahan pengelolaan pendidikan tinggi saat ini masih dihadapi terutama di lingkungan FISIP Unsrat.

Bahwa baik kurikulum maupun metode pengajaran belum efektif menciptakan sarajana-sarajana siap pakai di dunia kerja.

Tujuan dan metode pengajaran yang lebih mendorong mahasiswa pada hafalan-hafalan teoritik akan sulit baginya mendapat bekal-bekal atau keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Pengembangan keterampilan, kepemimpinan dan karakter mahasiswa selama ini cenderung belum terintegrasi pada materi-materi pembelajaran mata kuliah.

Program magang dan KKT hanya bermanfaat sebatas persyaratan mahasiswa untuk menyelesaikan kewajiban perolehan jumlah SKS dan atau sebagai syarat untuk mengikuti ujian.

Tapi efek terhadap kualitas mahasiswa terutama dalam hal penguasaan empirik dan sosiokultural belum begitu berdampak

Oleh karena itu terdapat tindakan yang harus diupayakan untuk memperbaiki kualitas dan kapasitas mahasiswa terutama dalam membekali mereka sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan lapangan pekerjaan.

Ilmu pengetahuan yang mereka terima harusnya tidak sekedar hanya untuk menguasai teori sebanyak-banyaknya.

Akan tetapi perlu imbangi pula dengan pengetahuan empirik, pemecahan masalah, solusi dan permusan kebijakan yang kelak dibutuhkan oleh dunia pekerjaan

Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk fokus pada pencapaian dan prestasi akademik semata, tetapi juga perlu dipacu mengenai pengembangan potensi dan keterampilan teknis yang dapat mendukung kesuksesan di dunia kerja. 

Lingkungan kampus harus dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri dan kepribadian mahasiswa.

Kegiatan-kegiatan pembinaan, kepemimpinan dan organisasi perlu diinstitusionalkan di lingkungan kampus dengan cara mengintegrasikan kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler itu dengan penilaian mata kuliah dan persyaratan dalam mengikuti ujian.

Untuk mewujudkan visi diatas maka misi yang akan saya lakukan adalah :

1.      Menyelenggarakan proses pendidikan yang tidak hanya bertujuan pada pengembagan ilmu pengetahuan mahasiswa tapi juga untuk pengembangan keterampilan kerja serta pembinaan kepemimpinan dan karakter mahasiswa

2.      Mendorong pengembangan kapasitas pengajaran baik kurikulum maupun metode pengajaran yang mampu menciptakan calon sarjana yang bisa bersaing dalam dunia kerja

Bagian IV Program Kerja

1.      Mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti program extrakulikuler yang berkaitan dengan pengembangan pengetahuan keilmuan, keterampilan kerja serta pengembangan kepemimpinan dan karakter sebagai syarat mata kuliah atau syarat untuk mengikuti ujian akhir

2.      Memperbaiki institusi kelembagaan organisasi kemahasiswan termasuk memfasilitasi sarana prasarana maupun pendampingan kegiatan-kegiatan organisasi kemahasiswaan

3.      Membentuk pusat-pusat studi keilmuan mahasiswa dan mewajibkan semua dosen menjadi pendamping mahasiswa baik pada kegiatan internal kampus maupun di ranah eksternal kampus. Misi ini juga dalam rangka untuk mendukung pencapaian IKU

4.      Mengembangakan kolaborasi dosen dan mahasiswa seperti penelitian, pengabdian masyarakat, kompetisi mahasiswa di tingkat nasional seperti PIMNAS, program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), program debat mahasiswa nasional maupun program pertukaran atau kerjasama mahasiswa lainnya. Program ini juga dalam rangka untuk pengembangan akreditasi program studi di FISIP Unsrat

5.      Guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan dan karakter mahasiswa maka akan dilakukan berbagai pembenahan seperti perbaikan berbagai aktivitas pelayanan birokrasi akademik secara profesional, akuntabel, transparan, sederhana dan bebas gratifikasi/pungli.

6.      Dalam rangka mewujudkan kualitas pengajaran maka perlu ditingkatkan kesejahteraan para dosen dengan cara pemerataan pendapatan remunerasi dosen.

Jumlah kegiatan akademik para dosen harus diperlakukan secara merata agar tidak terjadi ketimpangan penerimaan remunerasi baik antar dosen maupun antar dosen dengan dosen yang mendapatkan tugas tambahan struktural.

7.      Untuk mendorong kualitas pengajaran maka perlu ditingkatkan kerjasama FISIP Unsrat dengan lembaga-lembaga eksternal seperti pemerintah daerah, lembaga-lembaga pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP.

Kerjasama tersebut selain untuk memperkuat kapasitas tenaga pengajar juga akan berdampak pada tingkat kesejahteraan dosen, pencapaian IKU dan juga akreditasi prodi.

8.      Sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan jumlah guru besar maka perlu dilakukan berbagai upaya seperti pembentukan unit khusus percepatan pengurusan guru besar termasuk pendampingan dalam pengadaan jurnal internasional terakreditasi scopus bagi masing-masing dosen yang bergelar S3.

Upaya penambahan guru besar bertujuan untuk peningkatan mutu pendidikan, akreditasi, kesejahteraan dosen serta sebagai persiapan pembentukan program studi pascasarjana.

Tentang Ferry Daud Liando

Dilahirkan di Malola Sulawesi Utara pada 25 Mei 1974.

Merupakan dosen pada FISIP Unsrat Manado.

Penelitiannya fokus pada peminatan pemilu dan demokrasi.

Mata kuliah yang diajarkan adalah Sistim Kepartaian dan Pemilu, Perwakilan Politik, HAM dan Demokrasi serta kebijakan publik.

Pada tahun 2015 ia bersama perwakilan dari beberapa PT bekerja sama dengan KPU RI membentuk konsorsium Pendidikan Pascasarjana Tata Kelola Pemilu.

Tahun 2016 menjadi tim penyusun naskah akademik RUU Pemilu bersama tim kemitraan, Prof Ramlan Surbakti, Prof Saldi Isra, Hasyim Ashari dll.

Beliau menjadi salah satu tim penyusun Grand Desain Kurikulum Penguatan Kapasitas Bawaslu.

Pada tahun 2020, 2022 dan 2023 beliau merupakan juri untuk debat hukum pemilu.

Di DKPP pernah menjadi tim pemeriksa daerah dan menjadi tim ahli penyusun Indeks Kode Etik Penyelenggara Pemilu (IKEPP).

Tahun 2020, beliau diangkat menjadi tim pakar kesekjenan KPU RI.

Tahun 2017 dan 2022, beliau terpilih menjadi tim ahli penilai makalah calon anggota KPU/Bawaslu RI.

Telah menulis ratusan judul karya ilmiah di bidang kepemiluan untuk jurnal, buku, majalah, naskah akademik maupun kajian.

Sejak tahun 2017 hingga sekarang diangkat sebagai tim editor jurnal Tata Kelola Pemilu KPU RI.

Tahun 2015 lulus scholarship program for Political Thougt di Massachusetts University AS.

Pada Tahun 2018 menjadi utusan Indonesia pada forum internasional "Civil Society Partisipation in the Indo Pacific" di Malaysia.

Kini beliau sebagai Pembina Pusat Studi Kepemiluan FISIP Unsrat dan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

Riwayat karier

  1. Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unsrat 2012-2015
  2. Sekretaris Senat FISIP Unsrat 2012-2014
  3. Ketua Senat FISIP Unsrat 2014-2016
  4. Ketua Senat FISIP Unsrat 2016-2018
  5. Koordinator Program Studi S2 Pengelolaan Sumber Daya Pembangunan (PSP) Pascasarjana Unsrat 2014-2018
  6. Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unsrat 2018-2020.

 

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved