Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Idul Fitri 2024

Jurus Pemprov Sulawesi Utara Jaga Stabilisasi Harga Bahan Pokok Jelang Idul Fitri 2024

Pihaknya langsung melakukan upaya jika harga naik, salah satunya dengan intervensi. Hasil identifikasi harga terkini, harga beras sudah turun.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Kadis Pangan Sulut, Jemmy Lampus. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berupaya keras mempertahankan stabilitas harga jelang Idul Fitri.

Kadis Pangan Sulut, Jemmy Lampus, mengatakan pihaknya setiap hari memonitor harga bahan pokok.

"Perintah dari pak Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw bahwa harga bapok dipantau setiap hari," kata dia, Selasa (2/4/2024).

Pihaknya langsung melakukan upaya jika harga naik, salah satunya dengan intervensi. 

Hasil identifikasi harga terkini, harga beras sudah turun.

"Sedang telur masih di atas karena tingginya permintaan. Harga bahan pokok lainnya fluktuatif," kata Jemmy.

Ia memastikan Pemprov Sulut akan terus meggelar pasar murah yang menjadi salah satu upaya menjaga stabilisasi harga jelang Idul Fitri.

Pasar murah Pemprov Sulut di halaman Masjid Raya Ahmad Yani, Manado, pada Senin lalu membuat para emak-emak bahagia, terlebih bagi yang beragama Islam. 

Para bendahara keluarga ini memperoleh solusi cepat dari kenaikan harga bahan pokok yang masih tinggi jelang hari raya Lebaran. 

"Senang sekali," kata seorang pembeli, Sarlin.

Baca juga: Daftar Lengkap 45 Caleg DPRD Pekalongan Terpilih di Pemilu 2024

Baca juga: Deteksi Kehamilan Sejak Dini, Kepala Puskesmas Kauditan Sebut USG Gratis Sangat Membantu Warga Minut

Ia mengaku membeli aneka bahan pokok seperti beras, minyak kelapa, hingga bawang merah dan putih. 

"Semuanya tergolong murah dibanding beli di pasar atau supermarket," katanya. 

Bahan pokok tersebut akan digunakan membuat makanan buka puasa dan persiapan Lebaran.

Hal senada juga dikatakan Ani. 

Warga seputaran Masjid Ahmad Yani ini menyebut beras yang ia beli di pasar murah akan dipakai untuk berbuka.

Pasar murah di halaman Mesjid Raya Ahmad Yani Manado, Sulut, Senin (1/4/2024) pagi.
Pasar murah di halaman Mesjid Raya Ahmad Yani Manado, Sulut, Senin (1/4/2024) pagi. (Arthur Rompis/Tribunmanado)

"Mungkin untuk berbuka selama beberapa hari," kata dia.

Ani menilai bahan pokok yang tersedia di pasar murah cukup lengkap, harganya pun berbeda dengan di pasar.

Ia berharap pasar murah dapat terus digelar hingga Lebaran nanti.

Berdasarkan pengamatan, bahan pokok yang paling banyak diburu adalah beras.

Kemudian minyak goreng, telur, cabai, serta daging.

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Di Bawah LangitMu Bersujud - Opick, Nada Dasar G

Baca juga: Lirik Lagu Rapuh - Agnez Mo, Jikalau Memang Harus Kualami Duka

Harga bahan pokok di pasar murah tersebut di bawah harga pasar.

Beras misalnya, dijual dengan harga Rp 50 ribu per karung berukuran 5 kilogram.

Telur ayam dijual Rp 62 ribu per baki, minyak goreng Rp 15.500 per kilogram, gula pasir Rp 16 ribu per kilogram, daging ayam Rp 36.500 per kilogra, dan cabai rawit Rp 45 ribu per kilogram.

Ani mengaku pasar murah tersebut sangat membantu warga yang tengah bersiap menghadapi Idul Fitri.

Sarlin saat diwawancarai Tribun Manado usai berbelanja di Pasar Murah tepatnya di halaman Masjid Raya Ahmad Yani, Manado, Senin (1/4/2024).
Sarlin saat diwawancarai Tribun Manado usai berbelanja di Pasar Murah tepatnya di halaman Masjid Raya Ahmad Yani, Manado, Senin (1/4/2024). (Arthur Rompis/Tribunmanado)

"Sangat membantu sekali, apalagi harganya murah," katanya.(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved