Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kodam XIII Merdeka

Jelang Kunker Presiden, Pangdam XIII Merdeka Pimpin Apel Gelar Pasukan, 3.960 Personel Dilibatkan

PAM VVIP di wilayah Sulawesi Tengah melibatkan sebanyak 3.960 personel gabungan dari TNI, Polri dan Pemda setempat.

|
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
HO
Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Candra Wijaya memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden RI di Sulawesi Tengah 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Candra Wijaya memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden RI di Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini digelar di Lapangan Mayonif 71 /Rks, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (25/3/2024).

PAM VVIP di wilayah Sulawesi Tengah melibatkan sebanyak 3.960 personel gabungan dari TNI, Polri dan Pemda setempat.

Apel Gelar Pasukan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan Satgaspam VVIP, baik personel, materiil maupun sarana pendukung lainnya, tujuannya agar Komando memastikan bahwa semua sudah mengetahui dan mengerti Tupoksinya masing-masing.

Tujuan lain dari pelaksanaan Apel Gelar Pasukan ini sebagai sarana untuk koordinasi antar unsur yang ada di lapangan, sehingga tidak terjadi kesalahan sekecil apapun dalam pelaksanaannya.

Dalam sambutannya Mayjen TNI Candra Wijaya, menyampaikan bahwa TNI, Polri dan Pemda serta Instansi terkait di Sulteng harus mampu bersinergi dengan baik dan bekerja secara profesional dalam mensukseskan tugas PAM VVIP ini.

“Untuk itu harus diyakinkan bahwa kita mampu menjamin keamanan bapak Presiden RI dan rombongan selama berada di wilayah kita,” pungkasnya.

Pangdam XIII Merdeka juga menekankan bahwa seluruh personel yang terlibat harus melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, memegang teguh disiplin dan Protap serta aturan PAM VVIP.

"Hindari tindakan yang bersifat arogan namun tetap tegas," jelasnya

Mayjen TNI Candra juga menambahkan agar seluruh yang terlibat melakukan koordinasi dan komunikasi antar satuan serta lintas sektoral secara ketat.

"Dan senantiasa mewaspadai dan mengantisipasi setiap kemungkinan ancaman, hambatan dan gangguan yang kemungkinan terjadi," pungkas dia. (Ren)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved