Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gosip Artis

Sosok Tom Liwafa, Crazy Rich yang Lolos ke Senayan Tapi Suaranya Dipermasalahkan, Ini Penyebabnya

Tom Liwafa yang menjadi calon legislatif (caleg) Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 1 mendapat mendapat 69.289 suara, atau tertinggi dalam partai

Editor: Indry Panigoro
TribunManado/HO
Sosok Tom Liwafa, Crazy Rich yang Lolos ke Senayan Tapi Suaranya Dipermasalahkan, Ini Penyebabnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Tom Liwafa saat ini tengah jadi sorotan.

Tom Liwafa adalah crazy rich Surabaya yang dituding dapat penggelembungan suara di internal partai hingga akhirnya lolos ke senayan. 

Meski meraih suara tertinggi dalam partainya di daerah pemilihan (dapil) 1 Jawa Timur, langkah Tom Liwafa sepertinya bakal terganggu.

Diketakahui Tom Liwafa yang menjadi calon legislatif (caleg) Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 1 mendapat mendapat 69.289 suara, atau tertinggi dalam partainya di daerah pemilihan (dapil) 1 Jawa Timur. 

Tom Liwafa unggul 3.293 suara dari caleg PAN nomor urut 1, Sungkono yang mendapat 65.996 suara.

Keunggulan ini lah yang membuat Sungkono yang merupakan petahana atau anggota DPR RI harus tersisih karena PAN hanya mendapat jatah satu kursi di dapil 1 Jatim. 

Kuasa hukum Sungkono, Mursyid Mudiantoro menduga ada yang tidak beres dengan perolehan suara tersebut.

Dalam analisa internal pihaknya, ada dugaan penggelembungan suara sehingga menguntungkan Tom Liwafa.

"Itu kami dapat dari hasil investigasi kami. Dari hasil yang sudah kami data, ada penggelembungan sekitar 3500 suara," kata Mursyid saat memberikan keterangan di Surabaya, Minggu (10/3/2024).

Dalam penjelasan Mursyid, dugaan penggelembungan suara itu didapat dari sampling di sejumlah kecamatan di Kota Surabaya. Di antaranya Wonocolo, Wonokromo, Krembangan, Kenjeran, Bulak, Sukolilo, Pabean Cantian dan Tandes.

Menurutnya, dari temuan itu terdapat perbedaan suara antara hasil penghitungan di TPS atau dokumen C dengan hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Mursyid mengatakan, suara Sungkono memang tidak berubah. Hanya saja, dengan dugaan penggelembungan suara itu posisi Sungkono menjadi tertinggal dari Tom Liwafa.

Dalam analisa yang dilakukan, sumber penggelembungan suara diduga berasal dari suara internal partai yang dipindah. Termasuk suara caleg di internal PAN yang lain diduga juga dipindah.

"Yang menguntungkan calon itu ada 3.500 suara. Selisih kami 3.293 suara. Sehingga apabila suara itu dikurangi suara penggelembungan maka kedudukannya akan berubah," ujarnya.

Menurut Mursyid, pihaknya sudah melaporkan dugaan ini kepada Bawaslu.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved