Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada Tomohon

Pecah Kongsi, Wenny Lumentut Siap Lawan Caroll Senduk di Pilkada Tomohon 2024, Punya Calon Wawali

Nama yang muncul yakni Mantan Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut, yang juga merupakan Pasangan Caroll Senduk di Pilkada 2020 lalu.

|
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Alpen Martinus
HO
Caroll Senduk dan Wenny Lumentut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON-Pertarungan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Kota Tomohon diprediksi bakal seru.

Petahana Caroll Senduk bisa dipastikan bakal mendapat penantang sepadan.

Nama yang muncul yakni Mantan Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut, yang juga merupakan Pasangan Caroll Senduk di Pilkada 2020 lalu.

Baca juga: Dua Srikandi Golkar Ini Tembus Periode Keempat DPRD Sulut, Digadang-Gadang Maju Pilkada

Politisi yang akrab disapa WL ini menyatakan siap maju di Pilkada Tomohon 2024 lewat jalur independen.

Nama Calon Wakil yang bakal mendampingi pun bisa disebut bak sebuah kejutan.

Pa Ani (sebutan akrab Wenny Lumentut) meminang Maichel Mait, figur milenial yang merupakan Ketua Komisi Pelayanan Anak (KPA) Sinode GMIM.

"Iya Maichel Mait. Kita akan maju lewat jalur independen," ungkap Wenny Lumentut.

Lantas bagaimana peluang pasangan WL MM di Pilkada Tomohon 2024 mendatang? 

Pengamat Politik Sulawesi Utara Josef Kairupan menilai pasangan WL MM sangat berpeluang menang di Pilkada Tomohon.

Dengan WL sempat menjabat sebagai Wawali Tomohon memiliki tentu punya peluang besar untuk bertarung di kontestasi Pilkada

"Di atas kertas WL telah memiliki konstituen, hal ini menjadi modal untuk maju dalam Pilkada Tomohon," ungkap Akademisi Unsrat ini.

Tak sampai situ, menurut Akademisi Unsrat ini keputusan WL menggandeng MM sebagai pasangan calon wakilnya adalah suatu kejutan.

Di mana MM adalah pendatang baru yang dikenal sebagai figur religius karena melekat jabatannya sebagai ketua komisi KPA Sinode GMIM.

"Terkait peluang MM untuk mendongkrak suara agar tercapai kemenangan Pilkada nanti, dapat berkaca dari Pemilu Februari. Yang mana banyak pendatang baru yang terpilih mengalahkan petahana," terang Josef Kairupan.

Hal ini memberi bukti bahwa liketybilitas dan elektabilitas pendatang baru tidak dapat disepelekan.

Begitu juga denhan MM sekalipun bukan politisi dan belum pernah menduduki jabatan politis bukan berarti tidak memiliki kekuatan dan peluang menang.

"Jika memiliki tema, visi dan program yg jelas dan mampu memenuhi standar harapan rakyat Tomohon maka hal itu bukan sebuah keniscayaan. 
Pada posisi saat ini MM sebagai ketua KPA setidaknya telah melalui proses demokrasi dimana yang bersangkutan dapat memenangkan suara terbanyak. Sehingga pengalaman dalam proses politik itu sudah ada, walaupun dalam ruang lingkup dan wilayah yg berbeda," jelasnya.

Kairupan juga menilai jika WL akhirnya memutuskan memilih MM untuk mendampinginya sebagai calon Wawali hal ini telah diperhitungkan secara matang.

Dimana MM merupakan sosok berintegritas, kooperatif dan memiliki rekam jejak yang baik. 

" Untuk kedepannya apakah WLMM akan berpeluang diusung oleh PDIP atau tidak itu juga akan memberikan pengaruh. Karena harus diakui bahwa PDIP merupakan parpol yg memiliki masa militan dan infrastruktur partai yang lengkap. Tetapi hal ini akan menimbulkan resistensi personal dari ketua DPD Tomohon yang juga akan maju di Pilkada," terangnya lagi.

Jika nantinya akan maju dari jalur independen akan memperlemah nilai bergaining paslon WL-MM.

"Oleh karena itu perlu dilakukan upaya mempopulerkan bapaslon WL-MM melalui sosialisasi terus menerus, dan memanfaatkan posisi WL saat ini untuk menunjukkan kinerja positif yang harus diviralkan agar nilai akaeptabilitasnya semakin meningkat yang akhirnya berdampak pada tingkat keterpilihan bapaslon tersebut," tandasnya. (hem) 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved