Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung Sulawesi Utara

Jalan Rusak di Bitung Sulawesi Utara, Dinas PUPR Bakal Tambal

Jalan rusak berada di jalan 46 wilayah depan jalan masuk perum Asabri 2, Kelurahan Girian Permai Kecamatan Girian Bitung Sulut, jalan ke kubur Girian.

Tribun Manado/Christian Wayongkere
Kepala Dinas Pekejaan Umum dan penataan ruang (PUPR) Kota Bitung Rizal Sompotan diabadikan saat mendampingi Walikota Bitung melihat keluhan warga Kelurahan Pateten 3, terkait rumah ibadah masjid yang berdekatan dengan beton jalan Tol ruas Manado Bitung mengkuatirkan. 

BITUNG, TRIBUNMANADO.CO.ID – Pemerintah Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) angkat bicara terkait tiga titik jalan rusak di wilayah Kecamatan Girian.

Jalan rusak berada di jalan 46 wilayah depan jalan masuk perum Asabri 2, Kelurahan Girian Permai Kecamatan Girian Bitung Sulut, jalan ke kubur Girian.

 Dan di belakang SMK Kristen T2 Girian. 

Baca juga: Sosok Rio, Keponakan Jokowi yang Aspal Jalan Rusak di Jateng Pakai Uang Pribadi, Habis Rp600 Juta

Warga yang melintas maupun jalan kaki, mengeluhkan kondisi jalan itu 

“Kami akan tambal bagian jalan yang rusak atau berlubang,” kata Kepala Dinas PUPR Bitung Sulut Rizal Sompotan, Kamis (7/3/2024).

Pihaknya berterima kasih atas informasi dan masukkan, yang disampaikan para pengguna jalan baik yang jalan kaki maupun menggunakan kendaraan.

Lanjut Rizal, guna mengatasi persoalan itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Sulut. 

Mengingat objek jalan rusak yang di keluhkan pengguna jalan adalah jalan Provinsi.

Menurut Rizal, keberadaan jalan rusak di Bitung jelas buat pengguna merasa tidak nyaman sehingga sudah selayaknya di perbaiki. 

Selang tahun 2024 ini, Dinas PUPR Kota Bitung Sulut telah memprogramkan anggaran untuk infrastruktur.

Di antaranya pembangunan jalan Hotmix di Kecamatan Girian, dengan total anggaran Rp3 miliar, pembangunan jalan Hot Mix di Kecamatan Madidir anggaran Rp2 miliar. 

Dan pembangunan saluran di Kecamatan Matuari, senilai Rp2 miliar.

Seperti diwartakan sebelumnya, dua diantara tiga titik tersebut, selang beberapa hari ini seperti kolam. 

Karena hujan, air berwarna coklat menggenangi seantero jalan yang rusak di dekat pekuburan Girian dan belakang SMA Kristen T2 Girian. 

 Sedangkan titik rusak yang ada di jalan 46, depan akses masuk ke perum Asabri 2 sempat di timbun dengan tanah. 

 Namun karena di guyur hujan, lobang yang di tutup mulai menganga lagi. 

Bahkan akibat kondisi jalan rusak yang terutup air warna coklat, beberapa kendaraan nampak terhenti di tengah jalan.

Ada motor yang mati mesin dan mobil yang harus ganti roda depan kanan.

Ada juga motor yang harus balik arah, tak mau melintas disitu.(crz)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved