Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Viral Video Surat Suara Capres Sudah Dicoblos di Garut Jawa Barat

Sebuah video viral yang menunjukkan suatu insiden di mana surat suara telah tercoblos.

Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN JABAR / SIDQI AL GHIFARI
Kolase foto tangkapan layar Viral Video Surat Suara Capres Sudah Dicoblos di Garut Jawa Barat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah video viral yang menunjukkan suatu insiden di mana surat suara telah tercoblos.

Lubang coblos itu ditemukan dalam kolom salah satu pasangan calon presiden (capres) untuk tahun 2024.

Kejadian ini terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nomor 17 di Kampung Rancabolang, Desa Simpangsari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada hari Rabu, tanggal 14 Februari 2024.

Dalam video berdurasi 2 menit tersebut, terlihat petugas Komisi Pemilihan Umum (KPPS) sedang membuka satu per satu surat suara Pilpres yang telah tercoblos.

"Nomor tiga tos dicoblos, nomor dua tos dicoblos, ti pusatna nya ieu sanes ku KPPS, (nomor tiga sudah dicoblos, nomor dua sudah dicoblos, dari pusatnya ya ini bukan sama KPPS)," ujar seorang petugas dalam video tersebut.

"Di TPS 17, kumaha ieu KPU pertanggungjawabannya, (bagaimana ini KPU pertanggungjawabannya)," lanjutnya.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Garut, Lamlam Masropah membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Garut.

Pihaknya melalui petugas Bawaslu di tingkat kecamatan sudah melakukan monitoring terhadap temuan tersebut.

"Bahwa memang temuannya ada beberapa sebanyak 24 surat suara yang sudah dilakukan pencoblosan," ujarnya kepada awak media di Kantor Bawaslu Garut, Rabu sore.

Ia menuturkan, ada beberapa poin penting dalam temuan tersebut, pertama bahwa surat suara tersebut tidak diberikan kepada pemilih.

Kedua, surat suara tersebut sudah dianulir kemudian dinyatakan sebagai surat suara rusak.

"Sementara laporan cepatnya seperti itu. Prosesnya sekarang sedang dibuat untuk LHP (laporan hasil pemeriksaan) untuk dituangkan dalam pelaporan hasil pengawasan, ungkapnya.

Atas temuan itu pihaknya juga saat ini masih melakukan kajian-kajian.

Menurutnya, kejadian semacam itu berpotensi juga terjadi di daerah lain selain di Kecamatan Cisurupan.

"Potensi di daerah lain ada, kemungkinan ada," ucapnya.

(TribunJabar.id)

Baca Berita Lainnya dari Tribun Manado di Google News

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved