Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Besok Sabtu 17 Februari 2024, Info BMKG 28 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem

Simak prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk besok di sejumlah wilayah Indonesia.

HO
Peringatan Dini Besok Sabtu 17 Februari 2024, Info BMKG 28 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk besok di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan BMKG, ada wilayah yang diperkirakan berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

Cek apakah wilayah Anda mengalami potensi cuaca ekstrem hujan lebat.

Sejumlah wilayah diprediksi mengalami cuaca ekstrem besok.

Baca juga: Kecelakaan Maut, Seorang Karyawan Tewas, Korban Tabrak Mobil Parkir Lalu Bentur Truk

Baca juga: Kecelakaan Maut, Seorang Pengemudi Mobil Tewas, Tabrak Truk dari Belakang

Ada kalanya sebelum keluar rumah untuk mengecek kondisi cuaca.

Simak peringatan dini cuaca ekstrem yang telah dirilis oleh BMKG, untuk besok Sabtu 17 Februari 2024.

Inilah peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG besok, Sabtu (17/2/2024).

Mengutip dari bmkg.go.id, potensi cuaca ekstrem terjadi di 28 wilayah di Indonesia.

Wilayah Bali dan 23 wilayah lainnya terpantau berpotensi terjadi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang esok hari.

Sedangkan cuaca ekstrem hujan, kilat, dan angin kencang juga terjadi di wilayah 4 wilayah lainnya.

Wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang:

DKI Jakarta

DI Yogyakarta

Kalimantan Timur

Riau

Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Aceh

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Kep. Riau

Bengkulu

Jambi

Sumatera Selatan

Kep. Bangka Belitung

Lampung

Banten

Jawa Barat

Jawa Tengah

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Sulawesi Tengah

Sulawesi Barat

Sulawesi Tenggara

Maluku

Papua Barat

Papua

Pemicu Cuaca Ekstrem

Bibit Siklon Tropis 93S terpantau di Australia bagian utara. Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Laut Banda, Laut Arafuru, dan Australia bagian utara.

Kondisi ini membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) memanjang dari Samudra Hindia selatan NTT hingga Teluk Carpentaria, dan menginduksi pembentukan peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dari Maluku bagian selatan hingga Teluk Carpentaria.

Daerah konvergensi lain terpantau memanjang di Wilayah Selat Malaka, Riau, Laut Natuna, Samudera Hindia sebelah barat Jambi, Samudera Hindia sebelah selatan Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Selat Makassar, Sulawesi Tengah, Laut Flores, dan Papua.

Daerah konfluensi lain terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, dan dari Laut Flores hingga Laut Arafuru.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah/sirkulasi siklonik dan di sepanjang low level jet/konvergensi/konfluensi tersebut.

Peningkatan kecepatan angin >25 knot berada di Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, dan Samudra Pasifik timur Filipina, yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang di wilayah perairan sekitarnya.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

Prakiraan Cuaca Lainnya

Tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved