Breaking News
Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

TKI Jadi Korban Tabrak Lari di Malaysia, Kini Terbaring Koma

Sebuah peristiwa kecelakaan yang menimpa seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Labuhanbatu Utara telah menjadi viral di media sosial.

Tayang:
Editor: Alexander Pattyranie
Facebook.com/Kag Din
TKI yang Jadi Korban Tabrak Lari di Malaysia, Kini Terbaring Koma. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah peristiwa kecelakaan yang menimpa seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Labuhanbatu Utara telah menjadi viral di media sosial.

TKI yang berasal dari Labura, Sumatera Utara, yang bernama Khoirul, menjadi korban dari kecelakaan tabrak lari di Malaysia pada Senin (15/1/2024) sekitar pukul 8.33 pagi waktu Malaysia.

Dampak dari kecelakaan tersebut, Khoirul mengalami luka serius di bagian kepala.

Hingga saat ini, Khoirul masih dalam keadaan koma dan belum sadar.

Peristiwa yang menimpa TKI asal Labura ini dibagikan oleh istrinya melalui akun Facebooknya, Kag Din.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa korban telah berada dalam kondisi koma selama 18 hari sejak kecelakaan tersebut.

“Yaallahh sudah 18 hari suamiku terbaring belum menyadar kan diri. Sakit yaallah sakit Bantula hamba yaallah. kasi La hamba air mata kebahagiaan.

Yang bangun la yang. Tak sanggup adek begini yang lotih adek udah. Ayok la yang bangun biar pulang Kito,” tulis istri korban di akun Facebooknya pada Jumat (2/2/2024).

Diketahui, saat ini Khoirul tengah dirawat di Rumah Sakit Sungai Buloh, Malaysia.

Khoirul merupakan warga Kelapa Sebatang, Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara.

Pria berusia 36 tahun tersebut memiliki 4 orang anak dari pernikahannya dengan sang istri bernama Diana.

Ia dan sang istri diketahui merantau dan menjadi pekerja migran di Malaysia untuk mencari rezeki menghidupi keempat anaknya.

Namun naasnya, pada Senin (15/1/2024) Khoirul yang merupakan kepala keluarga mengalami kecelakaan motor di Malaysia.

Akibat kecelakaan itu, hingga kini Khoirul belum juga sadarkan diri.

Bahkan dalam keterangan unggahan sang istri, pihak keluarga mengalami keterbatasan biaya untuk pengobatan Khoirul.

Sang istri menyebut, ia membutuhkan dana 3 ribu ringgit atau sekitar 10 juta rupiah agar sang suami mendapat tindak lanjut dari pihak rumah sakit.

Lantaran keterbatasan biaya tersebut, pihak keluarga Khoirul berharap mendapat bantuan biaya dari pemerintah di Indonesia, termasuk pemerintah Labura.

“Mohon kepada pemerintah dermawan. Agar Sudi membantu suami saya yang sedang Berada di hospital sungai buluh Malaysia. Surat yang saya dapat kan dari KBRI telah di tolak Oleh pihak hospital,” tulis Kag Din.

Hospital akan menindak lanjut suami saya. Kalau saya memasukkan pembayaran 3ribu Ringgit Dahulu.

Buat bapak bapak yang terhormat tolong bantu Saya pak,” sambungnya.

Unggahan Facebook yang memperlihatkan kondisi terkini Khoirul itu ini ramai dikomentari oleh warganet.

Tak sedikit dari mereka yang mengirimkan doa untuk kesembuhan khairul.

Bahkan tak sedikit juga yang memberikan bantuan materi untuk pengobatan korban tabrak lari tersebut.

(Tribun-Medan.com)

Baca Berita Lainnya dari Tribun Manado di sini

Sumber: TribunMedan.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved