Berita Viral
ODGJ Cantik di Ciamis Kini Kondisinya Pulih, Pemerintah Melarang Dipasung
Nurhasanah (30), orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) cantik di Ciamis, Jawa Barat, dikabarkan telah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa di Sukabumi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Nurhasanah (30), orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) cantik di Ciamis, Jawa Barat, dikabarkan telah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa di Sukabumi.
Informasi ini disampaikan oleh Edis Herdis, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.
Herdis menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi Nurhasanah diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Ciamis melalui Puskesmas Cipaku, dengan memastikan memberikan pelayanan sesuai kapasitas dan standar yang berlaku.
Proses pelayanan mencakup aspek-aspek mulai dari pelayanan kesehatan umum hingga pemeriksaan fisik bagi mereka yang mengalami gangguan jiwa.
"Kemudian pemberian dan pengawasan minum obat itu kami sudah melakukan sesuai dengan alur yang memang seharusnya.
Terkait dengan adanya reaksi dari obat yang diberikan, dan memang suka terjadi adanya keluhan terhadap pasien,"
"maka dihentikan sementara, kini kondisinya pulih kembali," ucap Edis, Selasa (39/1/2024).
Edis mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa juga Kecamatan, terkait rujukan untuk dirawat di rumah sakit jiwa.
"Pasien kini sudah dirujuk di Rumah Sakit jiwa daerah Sukabumi dan difasilitasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Ciamis," jelas Edis.
Tak hanya Nurhasanah, untuk ibu dan kakaknya yang tuna netra pun, Dinkes telah berkoordinasi dengan Dinsos untuk melakukan penanganan kesehatan lebih lanjut.
Menyikapi Nurhasanah yang diamankan dalam ruangan khusus, kata Edis, berdasarkan aturan jika sesuai standar memang tidak diperbolehkan, termasuk dipasung.
Namun, untuk kondisi tempat yang memang layak dan dipastikan tidak menimbulkan kecelakaan fisik serta risiko,
jadi hal tersebut memungkinkan pasien dikurung seperti itu.
"Jadi tujuan di sana diamankan dalam salah satu tempat di tempat tinggalnya itu menjaga karena kadang-kadang suka berontak, kadang-kadang sampai merusak,"
"dan untuk mencegah hal tersebut, juga ditakutkan keluar rumah tanpa diketahui arah dan tujuannya," katanya.
Sebelumnya diberitakan ODGJ cantik bernama Nurhasanah, yang bertahun-tahun dikurung ibunya di kamar campur wc.
Kisah pilu datang dari ODGJ di Ciamis, Jawa Barat.
Nurhasanah terpaksa dikurung sang ibu, Diah (70) lantaran sering mengamuk dan menyerang keluarganya sendiri.
Wanita berusia 30 tahun itu adalah seorang tuna wicara alias bisu.
Sehari-hari, Nurhasanah dirawat oleh ibunya yang sudah renta dan tuna netra.
Menurut Maman, kakak kandung Nurhasanah, yang sama-sama memiliki kekurangan fisik,
dimana ia juga seorang tuna netra seperti ibunya (Diah), menceritakan jika Nurhasanah mengalami gangguan kejiwaan saat menginjak usia remaja.
"Penyebabnya itu karena dia frustasi akibat tidak dapat berbicara."
"Sehingga kesulitan untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan teman seusianya," ucap Maman, dikutip dari Tribun Medan, Jumat (26/1/2024).
Nurhasanah, sebagai anak bungsu dari lima bersaudara ini terpaksa harus terpenjara di dalam kamar.
Sejak dua tahun terakhir ini, pihak keluarga mengaku sudah pasrah dengan kondisi Nurhasanah.
Pasalnya, mereka tidak memiliki biaya untuk mengobati penyakit kejiwaannya tersebut.
"Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari juga kami hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah serta belas kasihan dari para tetangga saja," kata Maman.
Pihak keluarga hanya berharap Nurhasanah bisa menerima pengobatan rutin dan bantuan tenaga untuk membantu aktivitasnya di rumah.
Terutama di tengah keterbatasan yang dialami ibu Diah yang tinggal berdua bersama anak bungsunya tersebut.
Kondisi keluarga Nurhasanah
Ditemui terpisah, Kepala Desa Buniseuri, Rusmana menjelaskan, kondisi keluarga Diah dan Nurhasanah ini sudah menjadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) Buniseuri bersama Puskesmas Cipaku.
"Sudah jadi perhatian kami, pengobatan sudah pernah dilakukan ke luar daerah,"
"dan untuk kehidupan ekonomi keluarga ini sudah dibantu melalui program bantuan pangan dan rutilahu," jelasnya.
Berdasarkan data di Desa Buniseuri, setidaknya ada 10 warganya yang menderita gangguan jiwa berat, dan 3 di antaranya terpaksa harus dikurung.
Sementara itu, berdasarkan data dari Puskesmas Cipaku mencatat ada 102 warga dari 8 desa yang mengalami gangguan jiwa, seperti yang dialami Nurhasanah.
Awal Mula
Inilah awal mula wanita cantik bernama Nurhasanah hingga jadi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dikurung ibunya.
Terkuak awal mula Nurhasanah wanita cantik asal Ciamis Jawa Barat yang kini jadi ODGJ.
Adapun Nurhasanah mulai terguncang hingga menjadi ODGJ saat menginjak usia remaja.
Hingga akhirnya Nurhasanah dikurung oleh ibunya di kamar campur WC.
Bertahun-tahun, ODGJ cantik ini terpaksa dikurung ibunya di dalam kamar.
Kondisi kamarnya pun memprihatinkan lantaran bercampur dengan toilet atau WC.
Baru-baru ini viral sosok Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) cantik di media sosial.
Dia adalah Nurhasanah yang memiliki kulit putih, wajah oval, rambut lurus dan tinggi semampai.
Namun nasibnya tak seindah parasnya, bertahun-tahun dikurung ibunya di kamar campur wc.
Adapun sosok Nurhasanah merupakan ODGJ cantik di Ciamis Jawa Barat yang dikurung oleh ibunya.
ODGJ cantik bernama Nurhasanah kini sudah berusia 30 tahun.
Selama ini Nurhasanah terpaksa dikurung sang ibu, Diah (70) lantaran sering mengamuk dan menyerang keluarganya sendiri.
Selain mengalami gangguan jiwa, Nurhasanah rupanya seorang tuna wicara alias bisu.
Sehari-hari, Nurhasanah dirawat oleh ibunya yang sudah renta dan tuna netra.
Menurut Maman, kakak kandung Nurhasanah, yang sama-sama memiliki kekurangan fisik, dimana ia juga seorang tuna netra seperti ibunya (Diah), menceritakan jika Nurhasanah mengalami gangguan kejiwaan saat menginjak usia remaja.
"Penyebabnya itu karena dia frustasi akibat tidak dapat berbicara."
"Sehingga kesulitan untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan teman seusianya," ucap Maman, Jumat (26/1/2024).
Nurhasanah, sebagai anak bungsu dari lima bersaudara ini terpaksa harus terpenjara di dalam kamar.
Sejak dua tahun terakhir ini, pihak keluarga mengaku sudah pasrah dengan kondisi Nurhasanah.
Pasalnya, mereka tidak memiliki biaya untuk mengobati penyakit kejiwaannya tersebut.
"Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari juga kami hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah serta belas kasihan dari para tetangga saja," kata Maman.
Pihak keluarga hanya berharap Nurhasanah bisa menerima pengobatan rutin dan bantuan tenaga untuk membantu aktivitasnya di rumah.
Terutama di tengah keterbatasan yang dialami ibu Diah yang tinggal berdua bersama anak bungsunya tersebut.
Ditemui terpisah, Kepala Desa Buniseuri, Rusmana menjelaskan, kondisi keluarga Diah dan Nurhasanah ini sudah menjadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) Buniseuri bersama Puskesmas Cipaku.
"Sudah jadi perhatian kami, pengobatan sudah pernah dilakukan ke luar daerah, dan untuk kehidupan ekonomi keluarga ini sudah dibantu melalui program bantuan pangan dan rutilahu," jelasnya.
Berdasarkan data di Desa Buniseuri, setidaknya ada 10 warganya yang menderita gangguan jiwa berat, dan 3 di antaranya terpaksa harus dikurung.
Baca Berita Lainnya dari Tribun Manado di sini
| Sosok Enjang, TNI Gadungan Tipu Pedagang Telur Hingga Rugi Rp 7 Juta, Saat Beraksi Pelaku Pakai Ini |
|
|---|
| Sosok Ferizka Utami Praktisi Pijat Totok Sirih Asal Palembang yang Jadi Sorotan karena Terapi Bayi |
|
|---|
| Beredar Video Guru dan Murid Berkelahi di Kelas Tak Ada yang Melerai, Ternyata Ini Fakta Aslinya |
|
|---|
| Bela Ayahnya Berkelahi Siswi di Sumut Jadi Tersangka, Kini Minta Keadilan: Saya dan Bapak Korban |
|
|---|
| 2 Siswi di Tomohon Diduga Dapat Sanksi Tak Wajar di Sekolah, Disdikbud Beri Keterangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ODGJ-Cantik-di-Ciamis-Kini-Kondisinya-Pulih-Pemerintah-Melarang-Dipasung.jpg)