Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres 2024

TPN Ganjar-Mahfud Sebut Jokowi Bukan Negarawan, Tanya Rakyat Apakah Gibran Layak Jadi Wapres

TPN Ganjar-Mahfud Chico Hakim Sebut Jokowi Manusia Biasa. Tanya Rakyat Apakah Gibran Layak Jadi Wapres.

|
Editor: Frandi Piring
KOMPAS.com/IHSANUDDIN
TPN Ganjar-Mahfud Chico Hakim Sebut Jokowi Manusia Biasa. Tanya Rakyat Apakah Gibran Layak Jadi Wapres. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Chico Hakim menyuarakan penolakan terhadap politik dinasti.

Menurutnya, Politik Dinasti sangat tidak bagus untuk sebuah negara yang menjunjung demokrasi Indonesia.

Politik Dinasti di Indonesia akan terjadi ketika putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, terpilih menjadi wakil presiden (wapres) RI.

Sebagaimana diketahui, Gibran maju dalam kontestasi Pilpres 2024 berpasangan dengan Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kita belum pernah melihat ada sebuah gerakan yang menginginkan mengubah sistem di masa reformasi kita ini.

Mengubah sistem walaupun secara tidak langsung, tapi ingin melanggengkan sebuah dinasti yang menurut saya bukan dinasti yang pantas

untuk dilanjutkan," kata Chico dalam acara relawan Ganjarian Spartan Swiss, yang hadir melalui daring, Minggu (28/1/2024) malam.

"Dalam artian, sorry-sorry saja nih yah, kita ngomong apa adanya ya.

Masak mau sih punya wapres seperti Gibran?" ujar Chiko seperti dilanasir Kompas.com.

Chico mengeklaim, tidak ada yang menginginkan Gibran menjadi wakil presiden.

Ia pun membandingkan rekam jejak Gibran dengan anak-anak pemimpin bangsa lain yang menurut dia memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni.

"Enggak usah jauh-jauh ke Inggris lah. Kita bicara negara tetangganya Indonesia, Brunei Darussalam misalnya.

Itupun anak-anak rajanya, keponakan raja semuanya harus bersekolah di sekolah-sekolah yang terbaik, yang peringkatnya terbaik di dunia," imbuhnya.

"Untuk menggembleng dan memantapkan diri untuk menjadi pemimpin bangsanya.

Masalahnya, ini kan (Gibran) tidak memantapkan dirinya, tetapi dipaksakan dirinya untuk menjadi pemimpin kita," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved