Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, 2 Samuel 15:1, Berpolitik Jangan Sombong

Renungan harian keluarga kristen hari ini Senin 29 Januari 2024.Pembacaan alkitab terdapat pada 2 Samuel 15:1.

Editor: Chintya Rantung
HO
Renungan Harian Kristen, 2 Samuel 15:1, Berpolitik Jangan Sombong 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen hari ini Senin 29 Januari 2024.

Pembacaan alkitab terdapat pada 2 Samuel 15:1.

Konteks renungan ini untuk mengingat dan mempersiapakan jemaat agar dalam memilih calon presiden dan caleg untuk tetap rendah hati dan tidak sombang.

Renungan ini pun membantu kita sebagai umat yang percaya kepada Kristus untuk dewasa dalam berpolitik dan mengikuti kehendak Tuhan Yesus Kristus.

Berpolitik Jangan Sombong

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Eforia pesta demokrasi dengan agenda pemilihan umum telah digaungkan.

Warga gereja sebagai bagian dari masyarakat bangsa Indonesia mulai diarahkan untuk turut serta ada dalam proses pemilu yang akan berlangsung di tingkat regional maupun nasional.

Pesta demokrasi yang akan berlangsung sedang dimulai denga masa kampanye sangat menyita waktu, pikiran, tenaga bahkan biaya yang tidak sedikit. Baik bagi penyelenggara pemilu, anggota masyarakat (pemilih) maupun warga negara yang terpanggil mencalonkan diri masuk dalam panggung politik.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sebagai warga Gereja, kita terpanggil untuk menjadi alat kesaksian karya selamat Tuhan Yesus Kristus. Karena Tuhan Allah menghendaki dunia ciptaan-Nya menikmati damai sejahtera.

Tuhan Allah tidak menghendaki hidup berbangsa dan bernegara mengalami kekacauan (“chaos-). Gereja turut bertanggung jawab untuk mewujudkan suasana hidup aman, tentram, damai dan sentosa, dengan memperlengkapi warganya agar memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan dewasa dalam berpolitik.

Firman Tuhan hari ini, mengingatkan kisah kehidupan Absalom. Dia memulai niat dan ambisinya dengan suatu strategi sosialisasi diri untuk mendapat simpati dari orang banyak.

Ia menyiapkan dan memperlihatkan kekayaan/potensi yang dimilikinya yaitu sebuah kereta kuda dan lima puluh orang berlari di depannya.

Hal ini menandakan bahwa Absalom memamerkan kekayaan dan didukung orang-orang yang ikut bersama dia untuk mencapai tujuan yaitu merampas kekuasan Raja Daud ayahnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved