Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Hari Ini Selasa 23 Januari 2024, Info BMKG Daftar Wilayah Cuaca Ekstrem Hujan Lebat

Simak prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk hari ini di sejumlah wilayah Indonesia.

Tribunnews
Peringatan Dini Hari Ini Selasa 23 Januari 2024, Info BMKG Wilayah Cuaca Ekstrem Hujan Petir 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk hari ini di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan BMKG, ada wilayah yang diperkirakan berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

Cek apakah wilayah Anda mengalami potensi cuaca ekstrem hujan lebat.

Sejumlah wilayah diprediksi mengalami cuaca ekstrem hari ini.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Tanawangko Sulut, 2 Pelajar Tewas, Motor Bonceng 3 Tabrak Truk

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Selasa 23 Januari 2024, BMKG: 26 Wilayah Hujan Lebat dan Angin Kencang

Yakni ada 26 wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat.

Sebelum memulai aktivitas hari ini, cek peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG pada hari ini Selasa 23 Januari 2024.

Ada kalanya sebelum keluar rumah untuk mengecek kondisi cuaca.

BMKG telah merilis peringatan dini cuaca untuk Selasa (23/1/2024).

Siklon Tropis Anggrek terpantau di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knots, tekanan 999 hPa, dan pergerakan ke arah Barat Daya menjauhi Wilayah Indonesia.

Siklon tropis ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar siklon tropis, serta menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di sekitar siklon tropis.

Intensitas Siklon Tropis Anggrek dalam 24 jam kedepan Presisten berada di Kategori 1, menjauhi wilayah Indonesia.

Sirkulasi Siklonik terpantau di Samudera Hindia barat Sumatra Utara dan Samudera Pasifik utara Papua Barat yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Teluk Thailand hingga Selat Malaka, dan Samudera Pasifik utara Papua hingga Papua Barat.

Daerah konvergensi lain terpantau memanjang di Kalimantan Utara hingga Selat Makassar, Laut Jawa hingga Laut Banda, Laut Arafuru hingga Perairan utara Australia dan Laut Timor.

Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau berada dari Laut Jawa hingga Laut Banda, dan Laut Sawu hingga Laut Timor.

Kondisi tersebut, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis/bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi/konfluensi tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved