Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres 2024

Survei Pilpres 2024 versi Dua Survei: Faktor Prabowo-Gibran Tembus 50 Persen, Anies-Ganjar?

Keterpilihan atau elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tembus 50 persen pada dua survei terbaru.

Editor: Lodie Tombeg
AFP
Cawapres Gibran Rakabuming bersalaman dengan Mahfud MD saat Debat Keempat Pilpres 2024. Keterpilihan atau elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tembus 50 persen pada dua survei terbaru. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Keterpilihan atau elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tembus 50 persen pada dua survei terbaru.

Hasil survei Economics & Political Insight (EPI) mencapai 50,2 persen, berpeluang memenangi Pilpres 2024 satu putaran.

Elektabilitas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar 21,3 persen, terpaut tipis dari Ganjar Pranowo-Mahfud MD 20,1 persen. Sisanya 8,5 persen responden tidak menjawab.

Peneliti EPI Center Mursalin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta Minggu (21/1/2024) menjelaskan, ada tiga faktor yang bisa menjelaskan tingginya elektabilitas Prabowo-Gibran.

Pertama adalah dukungan dari Presiden Jokowi kepada Prabowo dan diperkuat dengan majunya Gibran sebagai cawapres.

Faktor kedua pergeseran pemilih Jokowi pada Pemilu 2014 dan 2019 yang mengikuti arah dukungan Jokowi. Terjadi gelombang perpindahan dukungan, pemilih yang awalnya masih mendukung Ganjar kini beralih sepenuhnya mendukung Prabowo.

Praktis pemilih Ganjar sekarang lebih didominasi pemilih PDIP. Terlihat dari elektabilitas Ganjar-Mahfud dan PDIP hanya berselisih sedikit.

Faktor ketiga, yaitu korelasi antara tingkat kepuasan publik dengan elektabilitas capres-cawapres yang didukung Jokowi.

Publik yang merasa puas cenderung mendukung Prabowo-Gibran, sisanya diperebutkan oleh Ganjar-Mahfud. Sebaliknya, publik yang merasa tidak puas cenderung memilih Anies-Muhaimin yang menyuarakan jargon perubahan.

Dengan sisa waktu menuju pencoblosan kurang dari sebulan lagi, kecil kemungkinan bakal terjadi perubahan signifikan pada peta kontestasi Pilpres 2024.

Survei EPI Center dilakukan pada 9 hingga 15 Januari 2024 secara tatap muka dengan melibatkan 1.200 responden mewakili 38 provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei Timur Barat Research Center (TBRC) di seluruh Indonesia, Prabowo-Gibran di atas 50 persen.

Direktur Eksekutif TBRC, Johanes Romeo menjelaskan, dalam pertanyaan terbuka, pasangan Prabowo-Gibran dipilih sebanyak 39,6 persen. Lalu disusul oleh pasangan Ganjar-Mahfud sebanyak 27,2 persen dan pasangan Anies-Muhaimin 16,1 persen. Tidak menjawab sebanyak 17,1 persen.

Sementara dengan menggunakan pertanyaan tertutup menggunakan kuesioner dengan pertanyaan yang sama, hasil tabulasi dari 1984 responden menunjukkan pasangan Prabowo-Gibran dipilih sebanyak 50,2 persen, dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud dipilih sebanyak 28,8 persen, serta pasangan Anies-Muhaimin dipilih sebanyak 17,2 persen, sedangkan yang tidak memilih sebanyak 3,8 persen.

"Dalam survei ini juga diukur persepsi masyarakat untuk menilai kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, dan jawaban dari 1984 responden menunjukkan sebanyak 78,1 persen puas dengan kinerja Presiden Jokowi dan sebanyak 17,6 persen tidak puas, dan sebanyak 4,3 persen tidak menjawab," kata Johanes dalam keterangannya, Minggu (21/1/2024).

Survei diklaim memiliki margin of error kurang lebih 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved